Megawati Kumpulkan Fraksi PDIP, Ternyata Bahas Dampak Penolakan Israel di Piala Dunia U-20
JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mendadak mengumpulkan seluruh anggota Fraksi PDIP di DPR pada Sabtu (8/4/2023). Salah satu penyebabnya yaitu sentimen negatif publik pada PDIP akibat penolakan dua Gubernur asal PDIP terhadap Israel di Piala Dunia U-20 yang berdampak gagalnya Indonesia jadi tuan rumah.
Diketahui, berdasarkan sejumlah survei, hal ini berdampak pada penurunan elektabilitas PDIP dan juga simulasi Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) di Pemilu 2024.
Hal ini disampaikan Anggota Fraksi PDIP DPR Aria Bima. Dia pun memastikan pertemuan tersebut tidak membahas Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) PDIP. Namun mungkin juga berkaitan dengan capres-cawapres. Yang pasti, pertemuan itu membahas soal akibat penolakan Israel di U-20.
“Berbahaya itu kalau dijawab kok Ganjar urusannya. Apakah berkaitan dengan urusan capres dan cawapres mungkin juga. Tapi yang jelas ada kontraksi yang akibat penolakan Israel U-20 itu kan banyak yang lembaga survei mengatakan elektabilitas PDIP kan turun. Nah ini dikuatkan,” kata Aria Bima di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (13/4/2023).
Puan Maharani Minta Fraksi PDIP di DPR Rajin Turun ke Lapangan Jelang Pemilu 2024
Menurut Aria, PDIP diberikan tantangan justru semakin kuat. Sehingga dalam konteks ini, Megawati melakukan penguatan konsolidasi internal serta memperkuat tali batin kader PDIP yang memiliki ikatan ideologis sebagai pejuang.
“Iya dalam rangka penguatan konsolidasi internal, penguatan tali batin kita sebagai pejuang. Maka kalau enggak mau ideologis katakan di forum itu kalau tidak mau jadi kader yang ideologis go ahead (silahkan), keluar kamu,” ujarnya.
Selai itu, Megawati menegaskan PDIP sebagai partai ideologis, di mana ideologi menjadi keyakinan yang bisa dipertanggungjawabkan secara intelektual. Aria menirukan pesan Megawati bahwa PDIP bukan tempat berebut kekuasaan, mencari sesuap nasi atau seonggok berlian, karena PDIP merupakan alat perjuangan.
“Jalan ideologinya adalah Trisakti, berdaulat di bidang politik, berkepribadian di bidang budaya dan berdikari dalam bidang ekonomi. Ibu menegaskan sikap partai, membentuk tempat pendidikan kawah candradimuka kader-kader ideologis, yang tidak ideologis go ahead, disuruh keluar,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR itu.
Terkait pemicu pertemuan ini, dia menjelaskan adanya kontraksi wacana di luar sehingga Ketum merapatkan barisan. Menurutnya, ini bukan masalah politik melainkan ideologi, karena sadar ideologi akibatnya akan sadar politik, sadar politik akan menentukan sadar organisasi, dan sadar organisasi akan menentukan kultural budaya.
“Saya kira itu dan Ibu menegaskan semua yang menyangkut capres-capresan adalah urusan ketua umum, kamu turun dan turun, apalagi dalam suasana Ramadhan dan Idul Fitri. Nanti harus banyak menyapa rakyat, harus menyampaikan ke masyarakat bahwa PDIP menempuh jalan Ideologi, bahwa risikonya disukai atau tidak disukai rakyat, itu lah urusan rakyat,” tuturnya.
Oleh karena itu, Aria juga memastikan belum ada keputusan soal capres PDIP yang diumumkan dalam pertemuan tersebut. Dia menegaskan soal capres-cawapres ini baik sosok maupun waktunya adalah kewenangan penuh Megawati.
“Masih belum menyebutkan nama, karena itu semua mengenai capres-cawapres, orang dan waktunya adalah kewenangan penuh ibu ketua umum, insya Allah secepatnya,” ujar Aria.
Editor: Rizal Bomantama