Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mutasi TNI, Eks Ajudan Prabowo Jadi Direktur C BAIS
Advertisement . Scroll to see content

Melihat Lebih Dekat Alutsista di Skuadron Lanud Roesmin Nurjadin Riau

Minggu, 28 April 2019 - 00:11:00 WIB
Melihat Lebih Dekat Alutsista di Skuadron Lanud Roesmin Nurjadin Riau
Pesawat tempur F16 di Skuadron 16 Fighting Falcon Lanud Roesmin Nurjadin. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) bersama masyarakat dan awak media mengunjungi Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Sabtu (27/4/2019). Rombongan disambut langsung Komandan Lanud (Danlanud) Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Ronny Irianto Moningka dan jajarannya.

Dalam kunjungannya, masyarakat diajak ke Skuadron 12 Black Panther yang berisikan 14 pesawat tempur tipe Hawk 100/200. Bersama Komandan Skuadron Udara 12 Asri Efendi 'Flogger' Rangkuti, masyarakat diedukasi mengenai pesawat tempur tersebut.

Mulai dari jenis pesawat hingga peluru yang bisa membunuh musuh dijelaskan olehnya. Tipe hawk 100 memiliki penggunaan seperti Ground Attack, Trainner, Limited Air Defence. Sementara tipe hawk 200 biasa digunakan untuk Ground Attack, Air Defence (All Weather Attack).

Membedakan kedua tipe pesawat tersebut sangatlah mudah, dari segi fisik tipe 100 memiliki dua awak penumpang, sedangkan tipe 200 hanya memiliki satu awak penumpang. "Beda dari keduanya kalo (tipe) 100 itu dia cenderung untuk trainer atau latihan, sedangkan pesawat (tipe) 200 itu single seat, memiliki radar, cockpit, bahwa peluru persenjataan smoke bombs seperti itu dia tingkatnya lebih ke operasional," tutur Asri di lokasi.

Asri mengaku pada pesawat Hawk 100 masih memiliki banyak kekurangan sehingga banyak digunakan sebagai latihan maupun patroli. "Untuk pengeboman dari udara ke darat, jaraknya 200 mile karena kita dilengkapi oleh radar, maka kita tidak, tadi tugas pokok ada sebagai pertahanan udara terbatas, karena kita memiliki radar kadang kita juga memasang intersep," ungkapnya.

Asri menambahkan, pihaknya pernah menjalankan misi operasi menjaga perbatasan di kawasan negara Timor Timur pada 1998-1999. "Misi yang pernah dilaksanakan skuadron 12 itu yaitu kita pernah pengamanan di Kupang, pada saat pelaksanaan Timor Timur," katanya.

Setelah dari Skuadron 12, masyarakat dibawa kembali melihat pesawat tempur F16 di Skuadron 16 Fighting Falcon. Skuadron 16 terbilang cukup baru karena baru diresmikan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono pada 2014.

Masyatakat juga diajak memegang langsung persenjataan dan pesawat tempur F16 yang paling banyak populasinya di dunia ini.

Pesawat tempur F16 di Skuadron 16 Fighting Falcon Lanud Roesmin Nurjadin. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

Komandan Skuadron Udara 16, Bambang 'Bramble' Apriyanto mengatakan, pesawat F16 merupakan pesawat tempur sergap untuk melaksanakan operasi militer perang dan operasi militer selain perang. "Kalau operasi militer perang adalah pelaksanaan patroli udara strategis. Kalau operasi militer selain perang seperti banyak patroli pengamanan perbatasan," kata Bambang di lokasi.

Bambang mengatakan, Indonesia memiliki 34 pesawat jenis F16 dengan jumlah 24 pesawat F16 tipe C/D 52, dan 10 pesawat F16 Tipe A/B. TNI AU belum lama ini pernah mendarat paksakan pesawat Maskapai Ethiopian Air dengan tujuan Hong Kong tersebut masuk wilayah Indonesia tanpa surat dan dokumen atau Flight Clearance (FC) pada Senin (14/1).

"Karena kita berbatasan dengan banyak negara dengan Malaysia kemudian Singapura dan lainnya rawan terjadi pelanggaran wilayah udara, maka itu kami di sini bertugas mengamankannya untuk tidak dilewati pesawat pesawat tanpa izin," katanya.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut