Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Potret Menag dan Ratusan Jemaah Sujud Syukur Sambut Tahun 2026 di Masjid Istiqlal 
Advertisement . Scroll to see content

Menag soal Viral Tepuk Sakinah: Supaya Perkawinan Lebih Langgeng

Sabtu, 27 September 2025 - 07:58:00 WIB
Menag soal Viral Tepuk Sakinah: Supaya Perkawinan Lebih Langgeng
Menag Nasaruddin Umar buka suara soal viralnya tepuk sakinah dan menilai hal itu sebagai langkah agar perkawinan bisa langgeng. (foto: iNews.id/Ramdani Bur)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar buka suara terkait viralnya tepuk sakinah belakangan ini. Diketahui, tepuk itu dilakukan oleh para calon pengantin saat menjalani bimbingan di KUA.

Menurutnya pihaknya berupaya agar hubungan pernikahan berlangsung langgeng. Salah satu caranya dengan mengajarkan tepuk sakinah.

"Kita tempuh dengan berbagai macam cara bagaimana supaya perkawinan supaya bisa langgeng, lebih kuat, lebih solid, itulah yang diperkenalkan teman-teman itu," kata Nasaruddin Umar di Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Nasaruddin menyinggung bahwa setiap tahunnya ada sekitar 2 juta pasangan yang melaksanakan perkawinan. Namun, dari jumlah itu tinggi pula angka perceraiannya.

"2,1 juta orang kawin setiap tahun tapi kurang lebih 30 persen mereka cerai," tutur dia.

Upaya menjaga hubungan perkawinan itu pun menurutnya perlu dilakukan. Sebab, kata Nasaruddin, perceraian hanya meninggalkan dampak sosial bagi kelompok lainnya.

"Yang paling menderita kalau ada perceraian yaitu perempuan dan anak-anak. Karena itu kita akan mengoptimalkan ya keluarga itu jangan sampai retak, cerai berantakan," ujar Nasaruddin.

Di lain sisi ia juga memastikan upaya lain juga dilakukan. Misalnya, setiap pasangan akan mendapatkan bimbingan sebanyak 12 kali pertemuan sebelum pernikahan bisa dilakukan.

Hal ini dilakukan agar setiap pasangan siap mental dan intelektualnya dalam menjalin hubungan pernikahan.

"Bukan hanya itu kita juga ada kursus. Tadinya hanya 5-7 menit, sekarang ini setara kalau perlu satu triwulan, 12 kali pertemuan. Supaya nanti betul-betul persiapan mental, intelektualnya sebelum memasuki arena perkawinan itu," tandas dia.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut