Mendagri Cerita Sekolah di Jakarta Lebih Mahal dari Singapura, Pramono: yang Penting Efektif dan Bermanfaat
JAKARTA, iNews.id - Gubernur Jakarta Pramono Anung merespons pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang menceritakan biaya pendidikan di Jakarta lebih mahal ketimbang Singapura. Menurut Pramono, persoalan biaya pendidikan bersifat relatif.
Pramono menjelaskan, sekolah negeri di Jakarta mulai dari tingkat SD hingga SMA/SMK telah gratis, termasuk 103 sekolah swasta. Menurutnya, satuan pendidikan di Jakarta yang masih memungut biaya hanya sekolah swasta unggulan.
"Di Jakarta ini hampir semua anak didik sebenarnya, kecuali sekolah-sekolah swasta yang unggul ya, itu sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah DKI Jakarta," kata Pramono di Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).
"Sekolah swasta gratis yang kemarin itu 103 akan kita tambah sebentar lagi," sambungnya.
Tak hanya menggratiskan sekolah, Pemerintah Provinsi Jakarta juga memiliki berbagai program bantuan pendidikan, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) hingga pemutihan ijazah. Program ini dirancang untuk peserta didik yang mengalami kesulitan biaya pendidikan.
Oleh karenanya, dia memandang perbedaan biaya pendidikan bukan hal yang utama. Baginya, yang terpenting adalah memastikan setiap program pendidikan berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi para siswa.
"Jadi kalau untuk pendidikan, mau mahal mau nggak, tetapi yang paling penting adalah harus betul-betul efektif dan kemudian bermanfaat bagi dunia pendidikan menurut saya itu yang paling penting," katanya.
Sebelumnya, Tito Karnavian membandingkan biaya sekolah di Jakarta dengan Singapura berdasarkan pengalamannya saat menempuh pendidikan doktoral selama empat tahun di negara tersebut. Saat itu, dia membawa tiga anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Menurut Tito, proses pendaftaran sekolah di Singapura berlangsung mudah karena didukung sistem digital yang terintegrasi. Sebagai warga negara asing, dia hanya perlu menggunakan Foreign Identity Number (FIN) untuk mengakses portal resmi Kementerian Pendidikan Singapura dan mengurus kebutuhan pendidikan anak-anaknya.
"Saya merasa kok lebih murah kok di Singapura nyekolahin anak dibanding dengan saya di Jakarta," kata Tito dalam Rakornas Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan Semester I Tahun 2026.
Editor: Reza Fajri