Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kelakar Purbaya ke Tito: Saya Ngambek kalau Uangnya Disediakan Pakai Utang Gak Dipakai
Advertisement . Scroll to see content

Mendagri Tito Khawatir Ada Efek Pingpong jika Vaksinasi Terlalu Lama

Sabtu, 30 Januari 2021 - 07:59:00 WIB
Mendagri Tito Khawatir Ada Efek Pingpong jika Vaksinasi Terlalu Lama
Mendagri Tito Karnavian. (Foto: iNews/Fandi Wattimena)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekankan pentingnya kecepatan dalam pelaksanaan vaksinasi. Percepatan ini mutlak dilakukan secara bersama dan serempak.

Tito mengatakan jika pelaksanaan vaksin terlalu lama dikhawatirkan menimbulkan efek pimpong akibat rentang waktu yang tidak serempak antar gelombang penerima vaksin.

“Sedangkan biaya yang kita keluarkan dengan segala energi yang dikeluarkan juga sudah sedemikian besar dan masif,” katanya dikutip dari pers rilis Puspen Kemendagri, Jumat (29/1/2021).

Lebih lanjut, Tito minta daerah membuat terobosan dalam mendistribusikan vaksin agar dapat dilaksanakan dengan cepat, lancar, dan aman. Terutama menyangkut cold chain atau tempat penyimpanan vaksin. Sedangkan untuk TNI/Polri diharapkan dapat membantu aspek pengamanan dan penyaluran.

Dia juga ingin prosesnya vaksinasi di daerah dikontrol dengan cermat agar tidak meleset dari target yang telah ditetapkan. Termasuk dalam hal penetapan kelompok prioritas yang menerima vaksinasi.

“Tolong ini disesuaikan betul arahan kebijakan dari Bapak Menkes, tentang prioritas tahapan siapa yang akan divaksinasi. Di samping memanfaatkan data, membuat pendataan berdasarkan data Dukcapil daerah masing-masing atau mau lebih akurat untuk daerah-daerah Pilkada dapat menggunakan data Pilkada, karena sudah diverifikasi oleh KPUD. Masing-masing bisa untuk digunakan sebagai landasan,” katanya.

Editor: Faieq Hidayat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut