Mendikti Dalami Dugaan WNI Palsukan Riset: Perlu Diverifikasi Objektif
JAKARTA, iNews.id - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto merespons warga negara Indonesia (WNI) yang diduga terlibat dalam riset palsu dalam forum ilmiah dunia yang belakangan ramai diperbincangkan. Dia memastikan informasi tersebut tengah didalami.
"Saat ini kami terus melakukan koordinasi dan pendalaman bersama pihak terkait untuk memastikan fakta-fakta yang sebenarnya, termasuk status yang bersangkutan, bentuk afiliasi yang digunakan, serta keterkaitannya dengan institusi pendidikan tinggi atau lembaga riset di Indonesia," kata Brian kepada wartawan, Kamis (28/5/2026).
Dia menekankan informasi itu harus direspons dengan prinsip kehati-hatian. Semua pihak, kata dia, perlu diberikan ruang klarifikasi.
"Setiap dugaan perlu diverifikasi secara objektif berdasarkan bukti serta mekanisme yang berlaku di lingkungan akademik dan penelitian," ujarnya.
Profil Rifaldy Fajar, Peneliti Viral yang Dituduh Bikin Riset Palsu di Forum Ilmiah Dunia
Dia memahami polemik ini dikhawatirkan dapat berdampak pada persepsi internasional terhadap integritas peneliti Indonesia. Oleh karena itu, integritas akademik harus menjadi fondasi utama ekosistem pendidikan tinggi dan riset.
Brian menegaskan praktik fabrikasi data, falsifikasi, maupun penyalahgunaan afiliasi akademik tidak dapat dibenarkan. Namun, dia juga mengajak semua pihak perlu melihat secara proporsional.
Nama-Nama Peneliti Indonesia yang Terlibat Dugaan Riset Palsu, Forum Ilmiah Dunia Geger!
Indonesia memiliki sangat banyak peneliti, dosen, mahasiswa, dan inovator yang bekerja secara profesional, menjunjung standar etik dan integritas yang baik, memiliki reputasi, serta terus menghasilkan riset yang diakui secara internasional.
"Karena itu, kasus yang melibatkan segelintir pihak tidak boleh menutupi capaian dan kerja keras komunitas ilmiah Indonesia secara keseluruhan," ucap dia.
Klarifikasi Rifaldy Fajar, Peneliti Indonesia yang Dituduh Tipu Forum Ilmiah Dunia Lewat Riset Palsu
Sebelumnya, dugaan penipuan dan pemalsuan riset yang menyeret sejumlah warga negara Indonesia (WNI) dalam konferensi International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 di Kopenhagen, Denmark, terungkap setelah peserta konferensi menemukan berbagai kejanggalan saat sesi presentasi ilmiah berlangsung.
Kasus tersebut viral di media sosial usai salah satu peserta konferensi, Ida Bagus Mandhara Brasika, mengungkap temuannya melalui akun Threads @mandharabrasika pada Selasa (26/5/2026).
Viral Peneliti Indonesia Diduga Tipu Forum Ilmiah Dunia dengan Riset Palsu, Ini Modusnya!
"Beberapa orang Indonesia ketahuan melakukan pemalsuan terorganisir di depan ribuan ilmuwan dunia," tulis Mandhara dalam unggahannya, dikutip Kamis (28/5/2026).
Editor: Rizky Agustian