Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Detik-Detik Gegana Amankan Tas Mencurigakan Diduga Bom di Tol Banyumanik Semarang
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal MK82 dan JDAM, Bom Andalan TNI AU yang Presisi Hancurkan Target Musuh

Rabu, 16 Februari 2022 - 14:04:00 WIB
Mengenal MK82 dan JDAM, Bom Andalan TNI AU yang Presisi Hancurkan Target Musuh
Bom andalan TNI AU salah satunya MK82 (Foto: TNI AU)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Bom MK82 dan JDAM (joint attack direct munition) menjadi andalan TNI AU (Angkatan Udara) sejak lama. TNI AU mempunyai peran penting sebagai penjaga langit dan kedaulatan wiayah Indonesia. Oleh karena itu, TNI AU dilengkapi dengan alat utama sistem persenjataan (alutsista) mumpuni guna menunjang tugas-tugasnya. 

Matra bermoto Swa Bhuwana Paksa atau Sayap Tanak Airku ini ditunjang dengan pesawat-pesawat tempur untuk menjangkau seluruh wilayah kedaulatan, yang tentunya dilengkapi bom. 

Berikut bom andalan TNI AU:

1. MK82

MK82 merupakan bom terberat yang digunakan TNI AU. Bom yang diperkenalkan pada 1960 ini diproduksi General Dynamics, Amerika Serikat. Di setiap latihan perang, MK82 selalu digunakan sebagai kekuatan pemukul sasaran utama. Bom ini dapat digendong hampir semua jenis jet tempur TNI AU. 

MK82 dikenal sebagai general purpose bomb, digunakan dalam platform lebih maju dengan basis struktur yang ada. Sesuai rancangannya, bom ini dilepaskan pada ketinggian rendah. 
Bom yang termasuk dalam keluarga MK80 ini mempunyai bobot 227 kilogram. Sebagai bom udara, MK82 diberi lapisan pelindung streamlined steel casing dengan berat 89 kg. Selain itu, empat buah sirip dan sumbu melengkapi bom ini. 

Sirip pada belakang bom bisa dilipat. Sirip akan mengembang saat bom dilepaskan dan meluncur ke sasaran. MK82 dengan sirip lipatnya dapat dilepas dari ketinggian 15.000 sampai 25.000 kaki. 

MK82 Berjuluk Snake Eyes.

Melalui modifikasi pada mounting, MK82 yang juga dikenal dengan nama Snake Eyes atau mata ular ini bisa dipasangi pemandu berbasis laser. Dengan pemandu, bom bisa mencapai target lebih presisi. Laser bisa ditembakkan langsung dari pesawat atau pesawat lain yang berperan sebagai spotter. 

Selain itu, dalam misi tempur, penandaan target ini bisa dilakukan oleh unit pasukan tempur yang ada di darat. 

2. JDAM

JDAM merupakan kit yang dapat mengubah bom yang awalnya tidak berpemandu menjadi dapat dikendalikan menggunakan Global Positioning System (GPS). Kit tersebut dapat dipasang pada bom jenis MK82, MK83, dan MK84. Setelah dipasang JDAM, kode bomnya berubah menjadi GBU-38 (Bom MK82), GBU-32 (Bom MK83), dan GBU-31 (Bom MK84). 

JDAM sangat akurat dalam penandaan target, bahkan tingkat kegagalannya sangat kecil.
Pemasangan kit JDAM pada bom konvensional dapat mendongkrak daya jangkau. Jangkauan rata-rata bom JDAM berkisar 15 sampai 28 kilometer. 

Bahkan bom masih bisa mengenai target secara akurat dalam kondisi cuaca apa pun serta dapat diluncurkan pada jarak sangat jauh dari target. 

Sistem navigasi dapat diandalkan untuk memperbarui senjata hingga mencapai target. JDAM mempunyai desain modular sehingga kit sensor laser bisa dipasang pada JDAM di lapangan hanya dalam waktu beberapa menit.

JDAM versi sayap dapat melipatgandakan jangkauan luncur senjata menjadi lebih dari 64 kilometer. JDAM Extended Range memiliki bobot 226 kilogram serta fitur sayap tambahan modular yang akan terbuka saat terbang.

Pesawat tempur TNI AU seperti F-16, Hawk, T-50i, dan Super Tucano, dapat dipersenjatai bom JDAM asalkan menggunakan pod pemandu atau litening. Selain itu, jet tempur Sukhoi Su-27 dan Su-30 Flanker juga bisa mengusung JDAM meski harus dimodifikasi terlebih dulu.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut