Menghitung Untung Rugi Prabowo Gabung Koalisi Jokowi

Antara ยท Minggu, 04 Agustus 2019 - 03:21 WIB
Menghitung Untung Rugi Prabowo Gabung Koalisi Jokowi

Prabowo Subianto saat bertemu Megawati Soekarnoputri pada Rabu, 24 Juli 2019. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id - Isu kian bergabungnya Prabowo Subianto dalam koalisi Joko Widodo (Jokowi) kian berhembus kencang. Setidaknya, isu tersebut merujuk pada dua pertemuan yang dilakukan ketua umum Partai Gerindra itu dengan Presiden terpilih Jokowi dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Pakar kominikasi politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mengalkulasi untung rugi jika mantan danjen Kopassus itu bergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Menurut dia, lebih banyak mudaratnya ketimbang untungnya.

"Bukan berarti penggabungan keduanya tidak memiliki kelemahan, utamanya di Prabowo," katanya di Jakarta, Sabtu (3/8/2019).

Dia menghitung, ada dua kerugian yang akan dialami Prabowo. Pertama, sebagian konstituen yang memiliki militansi kuat dengan Prabowo dan memilihnya di Pilpres 2019 akan kecewa dengan sikap yang diambil jika bergabung di pemerintahan.

Kedua, Emrus mengatakan, keberhasilan yang dicapai dalam pemerintahan lima tahun ke depan bisa dikatakan sebagai kesuksesan pemerintahan Jokowi meski ada juga peran Prabowo.

"Prabowo kan sebagai 'supporting', bukan variabel utama. Jadi, apa pun keberhasilan lima tahun ke depan, dikatakan sebagai keberhasilan pemerintahan Jokowi," kata Direktur Eksekutif Emrus Corner ini.

Dia mengungkapkan, keuntungan akan didapat Prabowo dan juga Partai Gerindra jika tetap berada di luar pemerintahan atau oposisi.


Editor : Djibril Muhammad