Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Berani Nonton Sendirian? Siap-Siap Dibuat Merinding Bareng Untold Story di GTV!
Advertisement . Scroll to see content

Mengukur Kekuatan Partai Politik Islam di Indonesia

Jumat, 16 Agustus 2019 - 17:55:00 WIB
Mengukur Kekuatan Partai Politik Islam di Indonesia
Banyak partai baru lahir di awal kemerdekaan Indonesia. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Secara kultural dan politik, sejarah pergulatan umat Islam sudah terjalin sejak era perjuangan kemerdekaan. Di awal kemerdekaan, lahir banyak partai baru termasuk berbasis massa ideologis dan bernuansa Islam.

Suara Islam pun masuk dalam Partai Majelis Syuro Indonesia atau Masyumi. Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia dalam Masyumi adalah Nahdlatul Ulama yang merupakan kalangan Islam tradisionalis dan Muhammadiyah yang berasal dari kalangan Islam modernis.

Di awal kemerdekaan, kalangan ulama mendapat tempat istimewa di mata Presiden Sukarno. Presiden kerap meminta pertimbangan dari kalangan Islam atas kebijakan yang akan diambilnya. Namun, seiring kondisi politik yang kian memanas di era Sukarno, soliditas koalisi kelompok Islam akhirnya goyah. Suara Islam pun terbelah dan masing-masing kubu mendirikan partai-partai baru.

Di era Orde Baru, pemerintah Soeharto yang menyadari besarnya kekuatan Islam berusaha untuk menekannya dan mengumpulkan dalam satu wadah, yakni dalam Partai Persatuan Pembangunan. Tekanan juga terus dilancarkan rezim ini terhadap kekuatan politik Islam dengan penerapan asas tunggal Pancasila.

Di era reformasi, partai Islam kembali bermunculan. Namun, lagi-lagi suara umat Islam tidak pernah bisa bersatu dalam satu partai saja. Hingga sekarang, suara Islam yang sebenarnya besar ini belum bisa menjadi kekuatan politik yang signifikan.

Penasaran ingin mengetahui ulasan selengkapnya? Tonton The Untold Story episode Daulah Politik Islam, Jumat (16/8/2019), pukul 19.30 WIB, hanya di iNews.

Video Editor: Muarif Ramadhan


Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut