Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Alasan Panglima TNI Tetapkan Status Siaga 1: Uji Kesiapsiagaan Personel
Advertisement . Scroll to see content

Menhan Buka Suara soal Status Siaga 1: Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:15:00 WIB
Menhan Buka Suara soal Status Siaga 1: Masyarakat Tak Perlu Khawatir
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin buka suara terkait pemberlakuan status siaga 1. (Foto: iNews).  
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin buka suara terkait pemberlakuan status siaga 1 dari Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto. Menurutnya, hal itu untuk meyakinkan rakyat bahwa negara dalam keadaan aman dan nyaman.

"Jadi kesiagaan ini adalah untuk meyakinkan rakyat bahwa republik dalam keadaan aman dan tentunya harus nyaman dari segi sandang, pangan, dan papan," ujar Sjafrie kepada wartawan dikutip pada Jumat (13/3/2026).

Sjafrie memaparkan, siaga 1 merupakan bahasa tentara yang bisa diartikan dalam bahasa politik. Namun intinya, siaga 1 itu berkaitan dengan keadaan negara untuk menghadapi perkembangan yang ada.

"Siaga 1 itu bahasa prajurit, ya. Tapi orang bisa mengartikan dalam bahasa politik. Jadi siaga 1 itu dia harus selalu mengikuti perkembangan, baik itu yang ada di global, regional, maupun di nasional," ungkap dia.

Sjafrie juga menegaskan bahwa pemberlakuan Siaga 1 ini tidak berkaitan dengan situasi geopolitik dan geoekonomi. Menurutnya, Siaga 1 hanya merupakan geostrategi yang seharusnya tidak membuat masyarakat khawatir.

"Jadi kesiapan yang dilakukan dari kita itu tidak ada pengaruhnya secara geopolitik. Tidak ada pengaruhnya terhadap geoekonomi. Tetapi kesiagaan yang kita lakukan ini adalah bagian daripada geostrategi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir," ujar Sjafrie.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut