Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Targetkan Insentif Mobil Listrik Rampung 2 Minggu Lagi
Advertisement . Scroll to see content

Menperin Agus Bertemu Purbaya, Bahas Sektor Manufaktur hingga Insentif Mobil Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 - 13:41:00 WIB
Menperin Agus Bertemu Purbaya, Bahas Sektor Manufaktur hingga Insentif Mobil Listrik
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat ditemui di lobby Gedung Djuanda I, Kemenkeu, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Foto: Anggie Ariesta)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menggelar pertemuan dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas penguatan sektor manufaktur sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Keduanya sepakat untuk membedah berbagai kendala di lapangan guna mencarikan solusi melalui kebijakan stimulus dan insentif.

Menperin Agus Gumiwang mengapresiasi Purbaya atas langkah proaktif dalam membentuk tim debottlenecking untuk mengurai hambatan bagi pelaku usaha. Dia menegaskan, sektor manufaktur memegang peranan krusial, di mana pertumbuhan sektor ini tahun lalu bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

"Nah itu menunjukkan sektor manufaktur merupakan sektor terpenting bagi perekonomian. Jadi kita tadi intinya memang membahas apa saja policy-policy langkah-langkah yang perlu kita ambil, pemerintah ambil baik itu sebagai stimulus maupun sebagai insentif, ya agar pertumbuhan manufaktur yang akan menopang pertumbuhan ekonomi itu bisa berjalan lebih baik dan lebih cepat," ujar Agus saat ditemui di lobby Gedung Djuanda I, Kemenkeu, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Adapun, salah satu poin utama pembahasan adalah upaya meningkatkan kontribusi ekspor manufaktur. Agus memaparkan, saat ini 80 persen output manufaktur Indonesia masih diserap pasar domestik, sementara baru 20 persen yang diekspor. Angka ini berbeda dengan negara tetangga seperti Vietnam atau Thailand.

Pemerintah menargetkan untuk mengerek rasio ekspor tanpa mengorbankan perlindungan terhadap pasar dalam negeri. Mengingat, data BPS menunjukkan bahwa produk manufaktur mendominasi sekitar 75 hingga 80 persen dari total ekspor nasional.

Terkait rencana pemberian insentif untuk mobil listrik, Menperin menyebut kebijakan ini menjadi semakin relevan di tengah dinamika global. 

“Semakin relevan kalau ketika dulu sebelum ada pelajaran yang harus kita ambil, kita men-introduce kebijakan-kebijakan yang lebih kepada penggunaan kendaraan listrik itu untuk dalam rangka pengurangan emisi, sekarang ada yang lebih penting dari itu,” ucapnya.

Jika sebelumnya fokus pada pengurangan emisi, kini arah kebijakan lebih ditekankan pada ketahanan energi dengan mengurangi ketergantungan pada BBM dan beban subsidi.

"Itu agar kita lebih banyak mengurangi penggunaan BBM, artinya bisa mengurangi subsidi. Dan yang ketiga yang juga tidak kalah pentingnya insentif atau stimulus itu memang harus atau dalam rangka untuk memperkuat industri kita sehingga tenaga kerja kita bisa juga terlindung," tuturnya.

Merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh angka Rp17.400 per dolar AS, Agus menyatakan bahwa pembahasan kurs merupakan ranah otoritas fiskal dan moneter. Namun, dia tetap optimis terhadap daya tahan sektor manufaktur Indonesia dalam menghadapi tekanan pasar maupun bahan baku yang bersifat sementara.

"Saya tetap percaya dengan resiliensi dari sektor manufaktur. Saya sudah berkali-kali kita mengalami krisis dengan magnitude yang luar biasa terakhir Covid. Di mana teman-teman manufaktur bisa memberikan resiliensinya. Bahwa ada tekanan terhadap market, ada tekanan terhadap bahan baku. Itu memang dihadapi oleh semua negara, semua pihak. Dan saya yakin ini sifatnya temporary," tuturnya.

Hingga saat ini, skema detail mengenai insentif kendaraan listrik masih terus dimatangkan bersama Kementerian Keuangan dan diharapkan dapat segera diputuskan dalam waktu dekat guna memperkuat struktur ekonomi nasional.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut