Mensos Sebut Butuh Solusi Cepat, Jumlah Gelandangan dan Pengemis 77.500 Orang

Antara ยท Kamis, 22 Agustus 2019 - 15:03 WIB
Mensos Sebut Butuh Solusi Cepat, Jumlah Gelandangan dan Pengemis 77.500 Orang

Ilustrasi, sejumlah pengemis. (SINDOphoto).

JAKARTA, iNews.id - Jumlah gelandangan dan pengemis yang tersebar di kota-kota besar Indonesia pada 2019 diperkirakan mencapai 77.500 orang. Jumlah tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan angka perkiraan.

Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, masalah gelandangan dan pengemis merupakan masalah sistemik lintas daerah yang membutuhkan solusi cepat dan berkelanjutan.

"Tapi jumlah ini tidak bisa dijadikan patokan karena agak sulit mendata populasi gepeng (gelandangan dan pengemis) apalagi ini naik pada saat hari-hari besar seperti hari raya," ujar Agus usai membuka lokakarya nasional penanganan gelandangan dan pengemis dalam implementasi Peraturan Menteri Sosial No.9 Tahun 2018 di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Dia mengatakan, munculnya gelandangan dan pengemis disebabkan pembangunan yang tidak merata. Warga miskin di perdesaan dan daerah-daerah dengan perekonomian kurang baik terpaksa mengadu peruntungan ke kota-kota besar.

"Cerita sukses pendatang ikut meramaikan persaingan pertumbuhan penduduk di perkotaan menjadi tidak seimbang antara ruang dan peluang pekerjaan," katanya.

Menurutnya, pendatang yang tidak punya bekal pendidikan dan keterampilan memadai kesulitan menghadapi persaingan untuk mendapatkan pekerjaan. Sebagian besar dari mereka akhirnya harus bergantung pada belas kasih orang lain.

"Masalah gepeng melahirkan masalah lain seperti kerawanan sosial, pelecehan seksual, eksploitasi anak. Kalau tidak ditangani akan menjadi masalah serius dan kompleks dan lebih sulit," ucapnya.

Editor : Kurnia Illahi