Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dua Kasus Penyelewengan Beras Terungkap, Mentan Amran Minta Polisi Usut Tuntas
Advertisement . Scroll to see content

Mentan Amran Perkuat Peternak Ayam Rakyat, dari Bantuan Jagung hingga Pengawasan Integrator

Jumat, 06 November 2026 - 14:03:00 WIB
Mentan Amran Perkuat Peternak Ayam Rakyat, dari Bantuan Jagung hingga Pengawasan Integrator
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah memperkuat perlindungan bagi peternak ayam ras petelur rakyat melalui pembenahan tata kelola perunggasan dari hulu hingga hilir. (Foto: Kementan)
Advertisement . Scroll to see content

BLITAR, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah memperkuat perlindungan bagi peternak ayam ras petelur rakyat melalui pembenahan tata kelola perunggasan dari hulu hingga hilir. Upaya tersebut dilakukan melalui penyaluran jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menekan biaya produksi serta pengawasan terhadap pelaku usaha integrator agar kegiatan budidaya dan peredaran telur berjalan sesuai ketentuan.

Pengawasan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2024 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi. Regulasi ini menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga tata kelola usaha perunggasan, termasuk mengatur peran pelaku usaha integrasi, koperasi, dan peternak.

Manfaat program pemerintah dirasakan langsung oleh peternak rakyat di Blitar. Ketua Koperasi Berkah Telur Blitar, Yesi Yuni Asuti, mengatakan penyaluran jagung SPHP membantu peternak menghadapi tingginya harga bahan baku pakan di pasaran.

Saat ini, harga jagung di luar program SPHP mencapai Rp7.800-Rp7.900 per kilogram. Sementara itu, jagung yang diperoleh peternak melalui Perum Bulog dibanderol Rp5.000 per kilogram.

“Jagung yang di luar itu kita belinya sudah Rp7.800-Rp7.900 saat ini. Sedangkan kita membeli kepada Bulog harganya Rp5.000. Makanya ini sangat membantu kami,” ujar Yesi di Blitar, Kamis (5/11/2026).

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah memperkuat perlindungan bagi peternak ayam ras petelur rakyat melalui pembenahan tata kelola perunggasan dari hulu hingga hilir. (Foto: Kementan)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah memperkuat perlindungan bagi peternak ayam ras petelur rakyat melalui pembenahan tata kelola perunggasan dari hulu hingga hilir. (Foto: Kementan)

Meski mendapat pasokan jagung dengan harga lebih terjangkau, peternak masih menghadapi tekanan akibat rendahnya harga telur di tingkat produsen. Kondisi tersebut membuat biaya produksi belum sepenuhnya tertutupi.

“Walaupun dengan harga telur yang saat ini masih jatuh, dengan harga jagung Rp5.000 pun kami masih merugi. Tapi minimal ini bisa membantu kami untuk melanjutkan hidup,” katanya.

Selain persoalan harga dan pasokan pakan, peternak juga meminta pemerintah memastikan pelaksanaan aturan mengenai usaha integrator berjalan sesuai ketentuan. Yesi mengatakan aspirasi tersebut telah disampaikan langsung kepada Mentan Amran dalam pertemuan dengan perwakilan peternak di Jakarta pada 27 Oktober 2026.

Dalam pertemuan itu, Amran meminta agar persoalan yang disampaikan peternak dibahas lebih lanjut bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH). Yesi mengatakan Kementan kemudian memfasilitasi pertemuan lanjutan dengan jajaran terkait untuk membahas persoalan tersebut.

“Alhamdulillah tanggal 27 kita diundang ke Jakarta dan kami berkesempatan menyampaikan langsung kepada Bapak Menteri. Kemudian Bapak meminta untuk membahas ini dengan Bapak Dirjen. Kami difasilitasi untuk bertemu dengan Bapak Dirjen dan juga bapak-bapak yang berkepentingan di situ,” jelasnya.

Menurut Yesi, tindak lanjut tersebut penting untuk menjaga akses pasar bagi peternak mandiri. Dia berharap telur yang dihasilkan peternak rakyat tetap memiliki ruang pemasaran di pasar rakyat, sementara kegiatan usaha integrator dijalankan sesuai koridor regulasi.

“Kalau memang menurut Permentan 10 Tahun 2024 ini budidayanya untuk ekspor, harusnya memang tidak dijual di pasar becek. Biarkan pasar becek itu adalah produksi dari telur-telur kami peternak rakyat,” ujarnya.

Namun, dia menilai pelaksanaan kebijakan tersebut perlu diikuti pengawasan langsung agar ketentuan yang telah disampaikan kepada pelaku usaha benar-benar diterapkan di lapangan.

Apresiasi terhadap dukungan pemerintah juga disampaikan Eti Marlina, Koordinator Rumah Kebersamaan Peternak Layer Mandiri BKTMT yang menaungi asosiasi dan koperasi peternak di Blitar, Kediri, Tulungagung, Malang, dan Trenggalek. Eti, yang juga menjabat Ketua Koperasi BPKB Bina Peternak Karya Bersama, mengapresiasi penyaluran jagung SPHP serta upaya pemerintah membangun ekosistem yang menghubungkan petani dan peternak.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Prabowo Subianto, Bapak Menteri Pertanian, Perum Bulog dan jajaran atas penyaluran jagung SPHP SK-1, SK-2, dan SK-3. Kami berharap di tahun 2027 tetap ada penyaluran jagung SPHP dan seterusnya,” ujar Eti.

Menurut Eti, penguatan ekosistem tersebut dapat dilakukan melalui kerja sama antara koperasi peternak dan kelompok tani. Dengan pola ini, petani dapat memperoleh kepastian pasar untuk hasil panen jagung, sedangkan koperasi peternak memiliki sumber pasokan bahan baku pakan.

“Ekosistem yang terbentuk ini sangat baik karena kami membutuhkan jagung. Petani mikro kecil kalau ditanam bersama, nanti petani yang menanam melalui gapoktan dan akan dibeli oleh koperasi kami. Apabila koperasi kami nanti sudah berkecukupan, itu bisa dibeli oleh Perum Bulog,” jelasnya.

Pola kemitraan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan jagung bagi peternak. Eti berharap dukungan pemerintah terhadap peternak mikro dan kecil terus berlanjut, terutama saat harga telur tertekan dan pasokan pakan terbatas.

“Harapan kami semoga dengan ekosistem yang terbentuk ini, peternak mikro kecil bisa terus bertahan, bisa terus menjadi peternak yang tangguh,” katanya.

Eti juga berharap harga telur kembali berada pada kisaran harga acuan pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp24.000-Rp26.500 per kilogram.

Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Mentan Amran menegaskan pemerintah tidak akan menghindari keluhan yang disampaikan petani maupun peternak. Setiap aspirasi akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan jajaran terkait untuk mencari penyelesaian.

“Kalau ada petani berteriak, ada peternak berteriak, tidak pernah kami menghindar. Kita selesaikan,” tegas Mentan Amran.

Melalui penyaluran jagung SPHP, penguatan koperasi, kemitraan produksi jagung dengan kelompok tani, serta pengawasan tata kelola usaha integrator, Kementan mendorong terciptanya ekosistem perunggasan yang lebih seimbang. Langkah ini diarahkan untuk memberikan kepastian pasar bagi petani, menjaga akses bahan baku pakan dan pemasaran bagi peternak rakyat, serta memastikan seluruh pelaku usaha menjalankan kegiatan sesuai ketentuan.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut