Mentan Jamin Stok Beras di Wilayah Terdampak Bencana Sumatra Aman
JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memastikan ketahanan pangan nasional dalam kondisi aman, termasuk di wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra. Salah satunya di Provinsi Aceh yang hingga saat ini masih dalam proses pemulihan pascabencana banjir bandang.
Amran menuturkan, stok beras nasional saat ini mencapai lebih dari 3 juta ton, dan Aceh memiliki cadangan beras tinggi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.
“Stok beras nasional kita saat ini sekitar 3,2 juta ton. Termasuk di Aceh, stoknya sangat kuat, bisa untuk 3 hingga 6 bulan ke depan. Tersedia, jadi saudaraku, sahabatku yang terdampak bencana, pangan tidak ada masalah di tiga provinsi. Bahkan seluruh Indonesia,” ujar Amran dalam keterangannya dikutip, Sabtu (17/1/2026).
Amran menegaskan, pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga melakukan percepatan pemulihan sektor pertanian guna menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Dia menyebut, khusus Aceh saat ini masih tersedia sekitar 70.000 ton beras di gudang Bulog, seiring dengan kembali berjalannya proses penyerapan gabah petani.
Tercatat, total stok beras yang dikelola Perum Bulog di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai 106,7 ribu ton. Dari jumlah tersebut, Provinsi Aceh memiliki stok terbesar, yakni 71.300 ton, disusul Sumatra Utara 25.700 ton, dan Sumatra Barat 9.700 ton.
Secara nasional, stok beras Bulog tercatat mencapai 3,35 juta ton, yang terdiri atas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 3,23 juta ton dan stok komersial sekitar 128 ribu ton. Kondisi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat masyarakat.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa Bulog siap menjalankan mandat pemerintah untuk mendukung swasembada pangan secara berkelanjutan.
Menurutnya, mulai tahun 2026 dan seterusnya, Bulog akan terus memperkuat perannya dalam menyerap hasil petani, menjaga cadangan pangan, serta menyalurkan beras secara optimal ke seluruh wilayah Indonesia.
“Kami akan semaksimal mungkin untuk mewujudkan cita-cita dari Bapak Presiden Indonesia maupun Pak Menteri Pertanian untuk swasembada tahun 2026 dan seterusnya. Bulog sesuai tugasnya melakukan penyerapan, pengolahan, sampai dengan penyaluran semaksimal mungkin,” kata Ahmad.
Editor: Aditya Pratama