Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bahlil Larang Ekspor SDA Transit, Minta Langsung Dikirim ke Negara Tujuan
Advertisement . Scroll to see content

Mentan Sebut Negara Lain Kiamat jika RI Setop Ekspor Sawit: Lebih Dahsyat dari Bom Atom

Selasa, 03 November 2026 - 10:13:00 WIB
Mentan Sebut Negara Lain Kiamat jika RI Setop Ekspor Sawit: Lebih Dahsyat dari Bom Atom
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (Foto: Tangguh Yudha)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyebut negara-negara lain bisa menghadapi dampak besar atau bahkan mengalami 'kiamat' jika Indonesia menghentikan ekspor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO). Pasalnya, Indonesia merupakan produsen sawit terbesar dunia yang memasok kebutuhan sejumlah negara besar.

Menurut Amran, sawit memiliki daya tawar strategis di tingkat internasional. Bahkan, dia menilai penghentian pasokan komoditas tersebut dapat menimbulkan dampak yang jauh lebih besar dibandingkan efek bom atom maupun nuklir.

"Contoh bahwa ini bisa mengubah dunia. Ini jauh lebih dahsyat (daripada) bom atom. Ini jauh lebih dahsyat daripada nuklir. ini bisa mengubah peta dunia. Sawit ini kita produsen terbesar dunia. Ekspor kita ke India, China, Pakistan, Amerika, dan sebagainya," kata Amran dikutip dari keterangan resminya, Selasa (3/11/2026).

Dia menggambarkan besarnya ketergantungan negara lain terhadap pasokan sawit Indonesia. Menurutnya, jika ekspor dihentikan dan seluruh produksi dialihkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, negara-negara tujuan ekspor akan merasakan dampak signifikan.

"Pertanyaan saya, kalau ini dihentikan, lalu dijadikan biosolar di dalam negeri, kiamat tidak negara lain? Kiamat ya," lanjutnya.

Amran menilai pemanfaatan sawit untuk kebutuhan energi domestik juga dapat memperkuat kemandirian Indonesia.

Dengan mengoptimalkan komoditas tersebut sebagai bahan baku biosolar, Indonesia berpeluang mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut