Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sosok Juwono Sudarsono, Menteri Pertahanan Pertama dari Kalangan Sipil
Advertisement . Scroll to see content

Mentrans Iftitah Kenang Nasihat Eks Menhan Juwono: Baktikan Ilmu untuk Negara

Minggu, 29 Maret 2026 - 06:30:00 WIB
Mentrans Iftitah Kenang Nasihat Eks Menhan Juwono: Baktikan Ilmu untuk Negara
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. (Foto: Jonathan Simanjuntak)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengenang nasihat mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono. Iftitah mengenal sosok Juwono semasa menjadi taruna Akademi Militer (Akmil).

Pertemuan pertama dengan Juwono, kata Iftitah, terjadi saat dialog nasional mahasiswa. Juwono yang saat itu menjabat sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan bersikukuh mengumpulkan mahasiswa sekaligus taruna dari Akmil dan Akpol.

Iftitah menceritakan saat itu Akmil enggan mengirim tarunanya. Namun, Juwono-lah yang meyakinkan dialog itu akan berjalan baik-baik saja.

"Takutnya nih berantemlah bahasanya begitu, kepancing dan sebagainya. Tapi almarhumlah yang meyakinkan Panglima TNI bahwa tidaklah, itu pasti akan ketemulah chemistry-nya," ungkap Iftitah, Sabtu (28/3/2026).

Setelah pertemuan itu, Iftitah kerap berdialog dengan Juwono. Perbincangan yang paling berkesan, kata dia, terjadi saat dirinya rampung menyelesaikan pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 2016 lalu.

Iftitah menerima undangan untuk menempuh pendidikan di Harvard University. Mendapatkan kesempatan itu, dia langsung meminta nasihat Juwono.

"Setelah saya selesai Seksoad di Amerika, saya menyampaikan pesan kepada beliau, 'Pak, ini ada undangan dari Harvard University, apakah setelah Sesko ini saya menurut Bapak baiknya berangkat ke Harvard begitu?'," kenang Iftitah.

Namun, Juwono justru meminta Iftitah untuk tidak mengambil kesempatan itu. Juwono justru memintanya pulang ke Tanah Air untuk berbakti kepada negeri.

"Nah, beliau menyampaikan, 'Tidak perlu, jangan banyakin gelar luar negeri nanti hanya pamer pajangan saja. Kamu baca buku Road to Character, pulang ke Tanah Air, baktikan ilmumu untuk negara.' Akhirnya saya kembali pulang," tutur Iftitah.

Bahkan, menurut Iftitah, perjalanan politik dirinya tak terlepas dari sosok Juwono. Iftitah akhirnya memutuskan pensiun dini dari prajurit militer pada 2019 setelah sekali lagi menerima masukan dari Juwono.

"Beliau menyampaikan pesan lagi, 'Iftitah, ini saatnya TNI-TNI muda juga bergerak membangun negeri dalam konteks yang lebih konkret.Kalau AHY sendirian ya rasa-rasanya berat. Nah, kamu bantu sesama anak muda, sesama generasi," ujar Iftitah menceritakan momen itu.

Pada 2024, setelah ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menjadi menteri transmigrasi, Iftitah juga sowan kepada Juwono. Dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Juwono yang telah membimbingnya selama 25 tahun terakhir.

"Jadi sekali lagi, kesan saya terhadap beliau betul-betul orang baik dan saya mengartikannya beliau tidak egois hanya memikirkan dirinya sendiri, tapi bahkan memikirkan 25 tahun ke depan mempersiapkan generasi muda untuk masa depannya," ujar dia.

"Itu juga yang menginspirasi saya dan melanjutkan perjuangan beliau mengapa saya sebagai menteri transmigrasi punya program Transmigrasi Patriot, dan kebetulan putranya itu terlibat di dalam Transmigrasi Patriot," imbuhnya.

Diketahui, mantan Menhan Juwono Sudarsono meninggal pada Sabtu (28/3/2026).

Almarhum merupakan Menteri Pertahanan saat era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2004-2009 serta era Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 1999-2000.

Adapun kabar duka ini dibagikan oleh anak dari almarhum melalui pesan singkat.

"Innalillahi wa innailaihi rojiun. Telah meninggal dunia. Prof. Dr. Juwono Sudarsono, Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Bersatu," tulis pesan yang diterima iNews.id.

Almarhum meninggal dunia di RSPI Pondok Indah, Jakarta. Juwono mengembuskan napas terakhir pukul 13.45 WIB.

"Pada Sabtu, 28 Maret 2026. Jam 13:45. Di RSPI Pondok Indah, Jakarta," bunyi pesan itu.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut