Miris Petani Buang Hasil Panen Raya, DPR Minta Pemerintah Lakukan Intervensi

Felldy Utama ยท Rabu, 28 September 2022 - 22:46:00 WIB
Miris Petani Buang Hasil Panen Raya, DPR Minta Pemerintah Lakukan Intervensi
Pedagang sayur membuang ratusan kilogram tomat ke bak sampah di Pasar Induk Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. (Foto : iNews/Yusradi Y)

JAKARTA, iNews.id - DPR menyesalkan peristiwa dibuangnya hasil panen raya oleh petani di daerah Gayo, Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah lantaran merugi dan tidak terserap pasar. Pemerintah pun diminta melakukan intervensi.

“Miris sekali menyaksikan petani membuang hasil panen rayanya. Kami berharap pemerintah memberi perhatian dan melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi hal serupa terjadi lagi,” kata Anggota Komisi IV DPR, Daniel Johan, Rabu (28/9/2022).

Para petani di Bener Meriah dan Aceh Tengah membuang hasil pertanian berupa tomat ke tempat sampah karena sebagian hasil panen mereka tidak terjual saat memasuki panen raya. Total hasil panen raya itu mencapai 200 ton lebih.

Asosiasi Pedagang Sayur setempat menjelaskan para pedagang bingung mau menjual tomat itu kemana karena harga tomat di tingkat petani Bener Meriah dan Aceh Tengah yang merupakan sentra hortikultura hanya Rp1.000-Rp1.500 per kilogram atau mengalami penurunan dibandingkan bulan lalu yakni Rp2.500-Rp4.000 per kilogram. Tomat hasil pertanian pun banyak membusuk digudang karena tidak terserap pasar.

“Sebenarnya masalah seperti ini sering terjadi. Kita ketahui beberapa waktu lalu juga petani di Jawa merusak tanaman sawinya karena harga saat panen sangat anjlok. Kurangnya antisipasi dari pemerintah,” ungkap Daniel.

Anggota Komisi pertanian DPR ini pun berharap pemerintah dapat menemukan solusi yang tepat sehingga petani tidak terus merugi. Apalagi, kata Daniel, kenaikan harga BBM bersubsidi, pupuk, hingga obat-obatan tanaman pangan memperberat beban hidup para petani di berbagai daerah.

“Padahal, biaya produksi seperti bibit, pupuk, dan obat-obatan sangat mahal. Beban petani bertambah berat ketika BBM bersubsidi naik dan harga kebutuhan hidup lainnya ikut terkerek,” tuturnya.

Editor : Faieq Hidayat

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda