MNC Peduli, Peduli Kesehatan Mental Karyawan
JAKARTA, iNews.id – Tekanan hidup dan pekerjaan yang setiap hari menerpa membuat seseorang rentan menghadapi gangguan mental berupa stres. Bukan hanya dari orang lain, terkadang juga disebabkan oleh ekspektasi atau harapan yang timbul dari diri sendiri. Tuntutan–tuntutan seperti itu yang menimbulkan tekanan mental sehingga mengganggu fokus kita terhadap pekerjaan.
Berdasarkan hal itu, MNC Group melalui MNC Peduli menggelar acara bertema “Cara Jitu Mengatasi Stres di Kantor” yang bekerja sama dengan Rumah Sakit (RS) Gandaria Jakarta. Tony Andrianto selaku Integrated Corporate Secretary Division Head MNC Media mengatakan acara ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja karyawan di kantor dengan cara mengelola stres secara mandiri.
“Bukan hanya kesehatan fisik, kesehatan mental itu juga sangat penting. Kalau kondisi fisik kita baik tapi mental kurang baik, otomatis produktivitas kerja juga akan menurun,” ujar Tony di MNC Studios Tower 3, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (3/3/2020).
Tony berharap karyawan dan pimpinan yang hadir bisa mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya keseimbangan dalam kesehatan fisik serta mental. Termasuk bagaimana mengelola stres secara mandiri.
MNC Pictures Gelar Syukuran Sinetron Sayap Ibunda, Tayang di RCTI Setiap Hari
“Dengan adanya pembahasan ini diharapkan karyawan dan pimpinan bisa menyeimbangkan pentingnya kesehatan fisik dan mental. Karena jika tidak seimbang maka yang dihasilkan tidak akan baik. Mengingat bekerja di media membutuhkan lebih banyak kinerja pikiran daripada fisik,“ ucap Tony.
Acara ini menghadirkan psikolog muda, Silvany Dianita Sitorus. Silvany sangat mendukung acara ini karena menurutnya kesehatan mental merupakan hak semua orang untuk mendapatkan kenyamanan hidup.
“Saya senang sekali hadir di acara ini, semoga bisa dikembangkan oleh MNC dan bisa diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari – hari. Saya mendukung kegiatan seperti ini,“ ujar Silvany.
Selama acara berlangsung, Silvany mendapat banyak pertanyaan dari karyawan yang bekerja di MNC Group. Pertanyaan tersebut membahas tentang keresahan mereka selama di kantor baik tentang hubungan dengan atasan atau sesama karyawan lainnya.
“Situasi seperti itu sering dirasakan oleh seorang pekerja. Soal pengelolaannya, itu tergantung tingkat stresnya,” kata Silvany.
Silvany juga memaparkan hal buruk apa saja yang akan terjadi jika seseorang tidak dapat mengelola stresnya secara baik. Menurutnya hal tersebut bisa menghadirkan kesalahan yang fatal
“Dampak terburuk untuk pribadi bisa macam- macam. Kalau sudah stres sekali bisa menarik diri dari lingkungan, bisa mengalami gangguan secara mental juga, dan bisa memungkinkan dia melukai diri sendiri,” kata Silvany.
Silvany menjelaskan faktor penyebab dari stres ada dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Contoh faktor internal adalah kurangnya motivasi diri, persepsi terhadap diri sendiri, kepribadian serta kebutuhan diri.
"Faktor eksternalnya antara lain keluarga, pekerjaan, deprivasi, dan lingkungan," katanya.
Menurutnya jika seseorang sudah mengalami stres, maka akan ada empat reaksi yang dilakukan oleh tubuh. Yaitu secara fisiologis menyebabkan penyakit seperti maag, gangguan kardiovaskuler, sakit kepala, dan hipertensi. Lalu menimbulkan reaksi psikologis yang bisa menyebabkan seseorang tidak puas pada dirinya sendiri, semua yang dia lakukan tergantung pada suasana hatinya, depresi hingga emotional fatigue.
Stres juga sangat berpengaruh pada perilaku sehari-hari seperti performa kerja menurun, burn out serta lemah mengambil keputusan. Lalu reaksi terakhir yang bisa dilakukan orang stres yaitu mengisolasi dirinya, membenci orang lain, dan dia tidak mau terlibat dalam kegiatan sosial.
"Sebenarnya, penyebab utama dari stres yaitu overthinking. Rata-rata pasien yang datang ke saya keluhannya begitu. Bagaimana cara mengatasinya? Gampang. Cari solusi dari masalah-masalah yang ada jangan menyelesaikan masalah dengan masalah" ujar Silvany.
Silvany menambahkan overthinking tersebut memiliki banyak dampak jika ini dialami oleh pekerja yaitu penurunan prestasi kerja, peningkatan ketidakhadiran kerja, dan terjadinya kekacauan operasional kerja. Kemudian mengganggu kenormalan aktivitas kerja, menurunkan pemasukan dan keuntungan perusahaan, menurunkan finansial bagi perusahaan, dan menimbulkan ketegangan dan konflik antarkaryawan.
"Maka dari itu, kenalilah gejala stress dari awal agar tak terjadi dampak-dampak yang tidak diinginkan," kata Silvany.
Editor: Rizal Bomantama