Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Willie Salim Diduga Mualaf, Sudah Hafal Al Fatihah dan Belajar Sholat
Advertisement . Scroll to see content

Momen Mengharukan Pelajar di Malang Masuk Islam di Hadapan 6.000 Peserta Ceramah Dr Zakir Naik

Jumat, 11 Juli 2025 - 06:52:00 WIB
Momen Mengharukan Pelajar di Malang Masuk Islam di Hadapan 6.000 Peserta Ceramah Dr Zakir Naik
Momen mengharukan tiga peserta ceramah, salah satunya pelajar di Malang masuk Islam di hadapan 6.000 jemaah ceramah Dr Zakir Naik. (Foto: Avirista Midaada)
Advertisement . Scroll to see content

MALANG, iNews.id - Sebanyak 6.000 peserta ceramah ulama Dr Zakir Naik tercatat memadati Stadion Gajayana Kota Malang. Para peserta berdatangan dari beragam latar belakang, agamanya, serta dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa dari luar negeri.

Ceramah ulama Dr Zakir Naik yang mengusung tema Nabi Muhammad dalam Perspektif Kitab-kitab Suci, Kamis (10/7/2025) malam, dipadati ribuan orang. Kursi di bagian lapangan stadion terisi penuh.

Suasana ceramah yang memang awalnya sempat mendapat penolakan dari sekelompok orang di Kota Malang pun tetap berjalan tertib dan aman. Kepolisian dan aparat keamanan gabungan, serta relawan menjaga ketat ceramah hingga Kamis malam.

Tampak jemaah dan peserta yang datang juga diperiksa seluruh barang bawaannya, beberapa barang bawaan berupa botol minuman, peralatan kosmetik, hingga parfum minyak wangi tak diperbolehkan dibawa masuk.

Di ceramah sendiri Zakir Naik mengulas bagaimana sosok Nabi Muhammad dalam berbagai ajaran agama selain Islam. Dia bahkan beberapa kali terdengar menyampaikan dalam bahasa Inggris yang dilengkapi terjemahan bahasa Indonesia menggunakan beberapa kitab suci agama lain.

Menariknya dari penjelasan Dr Zakir Naik dan putranya Syaikh Fariq Naik, ada tiga peserta terdiri atas dua laki-laki dan seorang perempuan yang beragama non-muslim menjadi mualaf atau memeluk Islam. Di antaranya ketiganya merupakan pelajar bernama Salma, dan Jendra pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Malang, yang mengucapkan kalimat syahadat.

Momen mualaf ketiganya disambut tepuk tangan dan ucapan 'Subhanallah' dan 'Allahu Akbar' peserta lain yang datang. Ketua panitia lokal Hakim mengungkapkan, memang para peserta yang terdaftar sebanyak 6.000 orang tak seluruhnya beragama Islam.

Ada beberapa peserta yang diakuinya beragama non muslim baik kristen, Katolik, hingga Hindu. Memang panitia sengaja membedakan antara kaum muslimin dan non-muslim saat berada di dalamnya.

"6.000 yang tercatat itu kami pakai aplikasi. Memang ada yang missed sedikit, dia rombongan tapi yang tercatat hanya satu atau dua, tapi secara angka tidak akan jauh dari perkiraan yang kami sampaikan sebelumnya," ujar Lukman, saat ditemui pada Kamis malam (10/7/2025) di Stadion Gajayana Kota Malang.

Dia dan panitia lokal memang sejak awal menekankan pentingnya menjunjung tinggi toleransi, sehingga peserta non muslim pun mendapat perlakuan istimewa meskipun minoritas. Termasuk mengedepankan toleransi beragama yang jadi ciri khas Kota Malang.

"Kami sudah menyampaikan beberapa rule yang disampaikan ke Dokter Zakir. Jadi sebelum beliau ceramah di Malang memulai ceramah beliau tidak boleh menyentuh itu, bersinggungan dengan agama lain, membandingkan agama, membandingkan aqidah, itu kami sampaikan tidak boleh, dan Alhamdulillah malam ini tidak terbukti pernyataan-pernyataan tersebut," katanya.

Hal ini sekaligus menepis kekhawatiran sekelompok warga yang sempat menolak kehadiran ulama Dr Zakir Naik, akibat adanya tuduhan ceramah-ceramah kontroversial. Dia pun memastikan bila ada sejumlah peserta non muslim yang memutuskan mualaf itu bukan dari paksaan, tapi atas kesadaran sendiri.

"Alhamdulillah sampai dengan saat ini tidak ada yang terjadi kekhawatirannya. Insya Allah kalau dengan ceramah tidak ada yang terlalu melenceng. Kedua terkait dengan ketakutan dan keributan, Insya Allah dengan sistem penjagaan dan relawan yang sudah terlibat acara ini semua berjalan lancar dan lebih santun," ujarnya.

Sementara itu, Faris salah satu peserta ceramah asal Tunisia menyatakan, bersyukur bisa mendengarkan kajian langsung dari Zakir Naik. Selama ini dia begitu mengidolakan sosok ulama asal India yang terkenal dengan memiliki kemampuan menguasai kitab-kitab suci agama lain selain Islam.

"Beliau ini kan punya ilmu, tahu kitab-kitab asli agama lain, jadi landasannya ketika berargumen itu kitab suci, sumber-sumber agama yang ada," ujar Fariz, yang merupakan mahasiswa asing di UIN Malang.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut