Muhammadiyah-NU Mundur dari Program Organisasi Penggerak, Ini Reaksi Kemendikbud

Neneng Zubaidah ยท Rabu, 22 Juli 2020 - 19:59 WIB
Muhammadiyah-NU Mundur dari Program Organisasi Penggerak, Ini Reaksi Kemendikbud

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbu) menghormati keputusan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (NU). Dua lembaga tersebut memutuskan mundur dari Program Organisasi Penggerak Kemendikbud.

Kepala Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Evy Mulyani mengatakan, pihaknya terus menjalin komunikasi dan koordinasi semua pihak sesuai komitmen bersama terkait Program Organisasi Penggerak yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Program tersebut sejatinya untuk memberdayakan komunitas pendidikan Indonesia.

"Tujuannya meningkatkan kualitas belajar anak-anak Indonesia yang fokus pada keterampilan, fondasi terpenting untuk masa depan SDM Indonesia — literasi, numerasi, dan karakter," katanya di Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Program Organisasi Penggerak, Evy memaparkan, dilaksanakan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan independensi. Program tersebut berfokus pada substansi proposal organisasi masyarakat (ormas).

Dia menuturkan, evaluasi dilakukan lembaga independen, SMERU Research Institute, menggunakan metode evaluasi double blind reviewdengan kriteria yang sama untuk menjaga netralitas dan independensi. Kemendikbud tidak melakukan intervensi terhadap hasil tim evaluator demi memastikan prinsip imparsialitas.

Program Organisasi Penggerak, Evy menuturkan, merupakan kolaborasi pemerintah dengan komunitas-komunitas pendidikan yang telah berjuang di berbagai pelosok Indonesia. Program tersebut memuat perjuangan bersama, gerakan kolaborasi, dan sinergi untuk satu tujuan — anak-anak Indonesia dan kualitas belajar mereka.

"Anak-anak adalah harapan dan masa depan bangsa Indonesia. Ini adalah sebuah gerakan gotong royong," ujarnya.

Editor : Djibril Muhammad