MUI Minta Aksi Viral Baca Al-Quran Berhadiah Miras di The Sounds Project Diproses Hukum!
JAKARTA, iNews.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) buka suara terkait aksi viral tantangan membaca Al-Quran berhadiah minuman beralkohol yang terjadi di booth Newport dalam gelaran musik The Sounds Project.
Wakil Ketua Umum MUI Pusat Cholil Nafis meminta insiden tersebut tidak berhenti menjadi perbincangan di media sosial. Ia mendorong agar pihak yang menginisiasi hingga pelaku aksi tersebut diselidiki.
Pernyataan Cholil disampaikan melalui akun X pribadinya, @cholilnafis, setelah video aksi tersebut ramai beredar dan menuai kecaman.
Cholil menilai perlu ada penyelidikan untuk memastikan siapa yang berada di balik aksi tersebut.

“Harus diselidiki yang menginisiasi dan pelakunya untuk tetap diproses hukum,” tulis Cholil dikutip Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, penyelidikan penting dilakukan untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik video yang beredar.
Hal tersebut disampaikan Cholil setelah muncul berbagai versi mengenai bagaimana tantangan membaca Al-Quran tersebut bisa terjadi di booth Newport.
Dalam unggahan lainnya, Cholil juga meminta publik memastikan kebenaran informasi yang beredar.
“Bagus diselidiki kebenarannya. Atau ada yang punya info detailnya? Kalau benar, hal ini harus diproses hukum,” ujar Cholil.
Pernyataan tersebut menunjukkan Cholil mendorong agar kejadian tersebut terlebih dahulu diperiksa secara menyeluruh.
Dia tidak ingin kesimpulan hanya didasarkan pada potongan video yang beredar di media sosial. Namun, apabila fakta yang ditampilkan dalam video tersebut terbukti benar, Cholil menilai persoalan itu harus diproses secara hukum.
Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan video aktivitas di booth Newport dalam gelaran The Sounds Project pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Dalam video tersebut, seorang pengunjung terlihat mengikuti tantangan untuk melantunkan salah satu surat dalam Al-Quran. Berdasarkan informasi yang beredar, surat yang dibacakan adalah Surah Ad-Dhuha.

Kontroversi muncul karena aksi tersebut disebut berkaitan dengan pemberian minuman beralkohol sebagai imbalan.
Video itu kemudian menyebar luas dan memicu reaksi keras karena bacaan Al-Quran dianggap ditempatkan dalam konteks tantangan yang berhubungan dengan minuman keras.
Di tengah polemik tersebut, MC yang bertugas di booth Newport, Ega, memberikan klarifikasi mengenai kejadian tersebut. Ega menyebut tantangan tersebut bukan bagian dari program atau konsep yang dibuat pihak brand.
Menurutnya, insiden bermula saat seorang pengunjung yang mengenakan atasan putih tiba-tiba mengambil alih mikrofon miliknya ketika acara memasuki jeda.
Pengunjung tersebut kemudian membuat sayembara kepada audiens lain untuk melafalkan salah satu surat Al-Quran. Ega pun menegaskan pihak brand tidak memiliki keterlibatan dalam aksi tersebut.
“Melalui pesan ini pula, saya menegaskan bahwa pihak brand tidak memiliki sangkut paut atas kejadian tersebut,” kata Ega.
Meski demikian, Ega mengakui dirinya lalai karena tidak segera mengambil kembali mikrofon setelah mengetahui sayembara tersebut disampaikan. Dia kemudian meminta maaf karena tidak mampu mengontrol aksi spontan pengunjung hingga menimbulkan kegaduhan.
Pihak The Sounds Project selaku penyelenggara juga telah memberikan klarifikasi resmi.
Mereka menegaskan kejadian tersebut berada di luar arahan, persetujuan, dan kendali penyelenggara. The Sounds Project mengaku marah, kecewa, dan mengecam perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge maupun promosi produk.
Pihak penyelenggara juga menyatakan telah menegur sponsor terkait dan meminta agar persoalan tersebut diselesaikan hingga tuntas.

Aksi tersebut sebelumnya juga mendapat kecaman dari Ustaz Hilmi Firdausi. Dia secara terbuka meminta pihak Newport memberikan klarifikasi dan meminta maaf atas kejadian tersebut.
“Untuk Brand Miras Newport, kalian sudah kelewatan, membuat promosi hafal ayat Al-Quran ditukar sama miras. Segera klarifikasi dan minta maaf. Ini sudah masuk ranah penistaan agama!” ujar Ustaz Hilmi.
Editor: Muhammad Sukardi