Mulai 2027, 6 Provinsi Ini Gratiskan Vaksin HPV untuk Anak Laki-Laki
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memperluas program vaksinasi human papillomavirus (HPV) gratis untuk anak laki-laki ke enam provinsi pada 2027. Perluasan ini dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan cakupan imunisasi rutin di setiap daerah.
Direktur Imunisasi Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Indri Yogyaswari, menjelaskan bahwa perluasan program vaksinasi HPV harus berjalan tanpa mengganggu pelaksanaan imunisasi rutin lainnya.
Menurut dia, Kemenkes mempertimbangkan kesiapan cakupan imunisasi rutin sebelum memperkenalkan atau memperluas program vaksin baru.
"Jadi, kami tidak ingin meninggalkan yang rutin kemudian mengadopsi imunisasi baru. Takutnya ada kesenjangan, takutnya fokusnya pada yang baru, meninggalkan yang rutin," ujar Indri secara virtual di temu media yang diinisiasi RCCE Indonesia dengan Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Kamis (29/10/2026)..
Pada 2026, program vaksinasi HPV untuk anak laki-laki dikerjakan hanya di tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Yogyakarta, dan Bali. Selanjutnya, pada 2027, Kemenkes berencana menambah tiga provinsi lagi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten.
Indri menjelaskan, pemilihan wilayah tersebut bertujuan memastikan perluasan vaksinasi HPV tidak membuat pelayanan imunisasi rutin lainnya terabaikan.
"Itu daerah-daerah (3 provinsi baru) yang cakupan imunisasi rutinnya sudah cukup baik," katanya.
Vaksin HPV selama ini kerap dikaitkan dengan pencegahan kanker serviks pada perempuan. Padahal, virus tersebut juga dapat menginfeksi laki-laki dan meningkatkan risiko sejumlah penyakit, termasuk kanker penis, kanker anus, serta kanker orofaring.
Ahli Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropis Anak, Prof Hinky Hindra Irawan Satari, menjelaskan bahwa HPV tidak hanya menyerang perempuan.
Karena itu, vaksinasi pada anak laki-laki juga menjadi bagian dari upaya pencegahan infeksi HPV dan penyakit yang dapat ditimbulkannya.
Pemberian vaksin sejak usia anak bertujuan membentuk perlindungan sebelum seseorang berisiko terpapar virus.
"Vaksinasi HPV yang diberikan pada usia 9–14 tahun dapat menggunakan satu dosis sesuai program yang berlaku. Dan, vaksinasi pada kelompok usia tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam upaya pencegahan sejak dini," ujar Prof Hinky.
Meski program vaksinasi HPV terus diperluas, cakupan imunisasi di Indonesia masih belum merata.
Indri menyebut cakupan vaksinasi HPV pada anak perempuan se-Indonesia telah mencapai 83,5 persen, sedangkan cakupan pada anak laki-laki di DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali mencapai 88 persen.
Namun, masih ada sembilan provinsi dengan cakupan di bawah 45 persen. Wilayah tersebut meliputi Maluku Utara, Papua Barat, Sulawesi Barat, Aceh, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua, dan Papua Pegunungan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan perlindungan melalui imunisasi. Kemenkes perlu memastikan perluasan vaksinasi HPV berjalan seiring dengan penguatan program imunisasi rutin lainnya.
Melalui perluasan secara bertahap, pemerintah berharap semakin banyak anak laki-laki mendapatkan perlindungan terhadap HPV sejak dini, tanpa mengurangi perhatian terhadap imunisasi dasar yang juga penting bagi kesehatan anak.
Editor: Muhammad Sukardi