Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemerintah Modifikasi Cuaca di Jakarta 5 Hari ke Depan, Antisipasi Banjir
Advertisement . Scroll to see content

Musim Kemarau, Ini Penyebaran Daerah yang Terdampak Kekeringan

Kamis, 06 September 2018 - 18:44:00 WIB
Musim Kemarau, Ini Penyebaran Daerah yang Terdampak Kekeringan
Warga yang mengalami musibah kekeringan mengantri mendapatkan bantuan air bersih. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kekeringan melanda 11 provinsi yang terdapat di 111 kabupaten/kota, 888 kecamatan, dan 4.053 desa. Musibah ini telah menyebabkan 4,87 juta jiwa terdampak.

Sebagian besar kekeringan melanda wilayah Jawa dan Nusa Tenggara. Beberapa daerah yang mengalami kekeringan cukup luas yakni Provinsi Banten, Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), DI Yogyakarta (DIY), Jawa Timur (Jatim), Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Lampung. Pendataan kekeringan di wilayah Bali masih dilakukan. Namun berdasarkan laporan BPBD, kekeringan tidak terlalu berdampak luas di Bali pada tahun ini.

Di wilayah Provinsi Jabar, kekeringan melanda 22 kabupaten/kota yang meliputi 165 kecamatan, 761 desa, dan berdampak pada 1,13 juta penduduk yang mengalami kesulitan mendapat air bersih. Di Jateng, 854.000 ribu jiwa penduduk terdampak kekeringan yang terdapat di 28 kabupaten/kota, 208 kecamatan dan 1.416 desa. Di Provinsi NTB, sedikitnya 1,23 juta jiwa penduduk terdampak kekeringan yang berada di 9 kabupaten/kota, 74 kecamatan, dan 346 desa.


Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, daerah yang mengalami kekeringan saat ini sudah rutin mengalami musibah yang sama tiap tahunnya. Hal itu disebabkan wilayah Jawa dan Nusa Tenggara sebenarnya telah defisit air sejak tahun 1995.

Berdasarkan studi neraca air yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun 1995 menunjukkan, surplus air hanya terjadi pada musim hujan di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Sementara musim kemarau, daerah tersebut dilanda kekeringan air selama tujuh bulan.

Penelitian lainnya pada 2003, dari total kebutuhan air di Pulau Jawa dan Bali sebesar 83,4 miliar meter kubik pada musim kemarau, hanya dapat dipenuhi sekitar 25,3 miliar kubik atau sekitar 66 persen. Begitu juga studi yang dilakukan Bappenas pada tahun 2007, menunjukkan hasil ketersediaan air yang ada sudah tidak mencukupi seluruh kebutuhan pada musim kemarau di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

“Jadi tidak aneh jika selama musim kemarau terjadi kekeringan, khusus di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Upaya jangka pendek yang dilakukan untuk mengatasi kekeringan saat ini telah dilakukan oleh BPBD dibantu SKPD, dunia usaha dan relawan dengan mengirimkan droping air bersih melalui mobil tangki air,” kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/9/2018).

Hingga saat ini, BPBD Jateng dan 28 BPBD kabupaten/kota telah mendistribusikan droping air bersih lebih dari 21,4 juta liter air menggunakan mobil tangki air. Begitu juga di Jabar, BPBD mendistribusikan 4,3 juta liter air bersih, dan BPBD di Yogyakarta mendistribusikan lebih dari 6,5 juta liter air bersih.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut