Nadiem: Dampak Negatif Pembelajaran Jarak Jauh pada Anak Sangat Nyata
JAKARTA, iNews.id - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memutuskan pembelajaran tatap muka resmi dilakukan pada Januari 2021. Keputusan itu diambil setelah mengevalusi pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang selama ini diterapkan sebagai upaya memutus mata rantai pennyebaran pandemi virus corona (Covid-19).
Mantan CEO Gojek ini memaparkan, hanya 13 persen sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka dan masih banyak yang belum. Dalam pelaksanaannya, banyak sekali daerah yang merasa kesulitan melakukan PJJ.
"Kita harus menyadari, setelah kita evaluasi PJJ, dampak negatif yang terjadi pada anak sangat nyata," ujar Nadiem secara virtual di Jakarta, Jumat (20/11/2020).
Beberapa dampak tersebut, menurut dia, banyak siswa yang putus sekolah dan mereka diminta untuk bekerja. Kondisi tersebut karena dorongan ekonomi yang tidak memadai.
Nadiem Makarim : Kemdikbud Berduka Atas Wafatnya Malik Fadjar
"Banyak juga orang tua yang tidak melihat peranan sekolah, Banyak orang tua skeptis PJJ berperan dalam anaknya, risiko akan meningkat," kata Nadiem.
Mendikbud Nadiem Siapkan Rp4,4 Triliun untuk Kampus Merdeka
Dia mengatakan, kendala tumbuh dan kembang anak pun berpotensi terganggu. Kondisi itulah yang membuat kebanyakan daerah semakin sulit menerapkan PJJ.
"Kesenjangan pembelajaran di daerah dan kota semakin melebar," ucap Nadiem.
Rapat di DPR, Ini Penjelasan Nadiem Makarim terkait Banyak Guru Terpapar Covid-19
Editor: Djibril Muhammad