Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo: Saya Merasa Nyaman dan Aman di Tengah Keluarga NU
Advertisement . Scroll to see content

Nadiem : Tak Ada Niat Hilangkan Pendiri NU dari Kamus Sejarah

Kamis, 22 April 2021 - 06:53:00 WIB
Nadiem : Tak Ada Niat Hilangkan Pendiri NU dari Kamus Sejarah
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim . (Foto ist).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Hilangnya nama pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari dalam kamus sejarah menjadi polemik. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengaku tidak ada niat untuk menghilangkan jejak sejarah bangsa.

"Kepada masyarakat Indonesia saya ingin memastikan bahwa tidak ada niatan sama sekali Kemendikbud untuk menghilangkan jejak sejarah," kata Nadiem dalam keterangan video resmi yang diunggah di Instagramnya, Rabu (21/4).

Dia menekankan bahwa Kemendikbud memastikan komitmen penghormatan atas nilai-nilai sejarah dan perjuangan tokoh-tokoh bangsa. Termasuk keberadaan KH Hasyim Asy'ari sebagai pendiri NU dan para tokoh penerusnya.

Menurutnya, KH Hasyim Asy'ari adalah seorang kiai, guru dan juga panutan yang telah menorehkan sejarah panjang dalam perkembangan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. 

Sementara NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia yang lahir dari buah pemikiran KH Hasyim Asy'ari akan menjadi pilar terpenting dalam lini kemajuan bangsa.

"Bangsa ini berhak mengetahui tokoh-tokoh yang berjasa dalam mendirikan dan membangun Negeri," katanya.

Atas sejarah itu, dia mengatakan Kemendikbud pun mendirikan Museum Islam Hasyim Asy'ari di Jombang, Jawa Timur. Selain itu, kata dia, dalam rangka 109 tahun Kebangkitan Nasional, Kemendikbud menerbitkan buku KH Hasyim Asy’ari: Pengabdian Seorang Kyai Untuk Negeri.

Editor: Faieq Hidayat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut