Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bertemu Prabowo, JK Sempat Tanya soal Perjanjian Dagang RI dengan AS
Advertisement . Scroll to see content

Natuna Memanas, PKS Kritik Keras Prabowo soal China Negara Sahabat

Sabtu, 04 Januari 2020 - 13:14:00 WIB
Natuna Memanas, PKS Kritik Keras Prabowo soal China Negara Sahabat
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di kantor Kementerian Polhukam, Jakarta, Jumat (3/1/2020). (Foto: Antara/Sigid Kurniawan).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkritik keras sikap Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang dianggap tidak tegas terkait pelanggaran kedaulatan RI oleh China di Laut Natuna, Kepulauan Riau. Klaim sepihak China mestinya dihadapi tanpa kompromi.

Juru Bicara PKS Muhammad Kholid mengatakan, sikap tegas telah ditunjukkan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang telah memprotes China karena memasuki wilayah Zone Ekonomi Ekslusif Indonesia di laut Natuna. Semestinya, sikap Menlu menjadi sikap bersama seluruh pejabat pemerintahan RI.

"Jika sudah menyangkut kedaulatan negara, Pemerintah harus bersikap keras dan tegas. Tidak boleh lembek. Meskipun kepada negara sahabat seperti Tiongkok (China)," katanya di Jakarta, Sabtu (4/1/2020)

Kholid pun sangat menyayangkan sikap Prabowo yang seolah menganggap enteng masalah kedaulatan bangsa. Sebagai menhan, Prabowo tidak bisa meremehkan persoalan tersebut.

BACA JUGA: Tanggapi Masalah Laut Natuna, Prabowo: Bagaimana pun China Adalah Negara Sahabat

"Pak Prabowo sebagai Menhan tidak boleh anggap isu kedaulatan sebagai isu yang enteng. Santai. Sikapnya harus tegas dan punya wibawa. Kalau lembek, santai santai, maka bangsa ini akan semakin direndahkan oleh bangsa lain karena tidak punya keberanian dalam bersikap" kata dia.

Dia mengingatkan, sikap politik luar negeri Indonesia sangat jelas dalam persoalan ini. Indonesia berpegang teguh kepada hukum Internasional dalam UNCLOS 1982 dan keputusan pengadilan arbitrase PBB terkait klaim negara-negara di Laut China Selatan.

PKS juga mendesak Presiden Joko Widodo bersikap jelas dan tegas. ”Tiongkok sebagai bagian komunitas internasional, harus menghormati norma dan hukum Internasional yang sudah menjadi kesepakatan bersama bangsa-bangsa di dunia" ujarnya.

Prabowo saat mengunjungi Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, sudah ada koordinasi lebih lanjut secara lintas kementerian untuk menghadapi masalah sengketa Laut Natuna.

Prabowo tetap optimistis baik pemerintah Indonesia maupun China dapat mencapai solusi terbaik untuk penyelesaian sengketa Laut Natuna.

"Tentunya masing-masing pihak punya sikap. Ujungnya saya kira kita bisa dapat solusi yang baik. Bagaimanapun, China adalah negara sahabat," ujar dia, Jumat (3/1/2020).

Prabowo menegaskan, masalah tersebut juga diharapkan tidak mengganggu hubungan ekonomi di antara kedua negara.

"Kita cool saja, kita santai kok," ujar mantan Komandan Jenderal Kopassus ini.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut