Nusron Wahid Muncul di Rapat DPR usai 4 Orang Kepercayaan Ditangkap KPK
JAKARTA, iNews.id - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mendadak menghadiri rapat pleno pengambilan keputusan tentang Rancangan Undang-Undang Pengaturan Reforma Agraria, Senin (21/9/2026). Nusron datang di tengah rapat yang sedang berlangsung.
Kehadiran Nusron juga disampaikan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, yang memimpin rapat RUU tersebut.
"Sebelum kemudian perwakilan dari fraksi-fraksi untuk menyampaikan pendapat akhir ini sebagaimana sikap akhir fraksi, kami ucapkan selamat datang Menteri ATR/BPN yang sudah hadir pada hari ini," ucap Dasco.
Sebelum masuk ruang rapat, Nusron tak banyak komentar saat ditanya awak media. Dia mengaku terburu-buru menghadiri rapat pleno tersebut.
"Rapat dulu," kata Nusron kepada wartawan.
Nusron diketahui sempat absen dalam rapat sebelumnya di DPR.
Sebelumnya, Nusron Wahid menjadi sorotan setelah KPK menetapkan pejabatnya serta orang kepercayaan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) di Bogor.
Diketahui, KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan HGB di Kabupaten Bogor. Dalam proses penyidikan, KPK juga mendeteksi adanya dugaan gratifikasi di lingkungan Kementerian ATR/BPN terkait layanan pertanahan hingga mutasi dan promosi jabatan.
Empat tersangka di antaranya adalah orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.
Delapan tersangka tersebut yakni:
1. Lampri (LMP), Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR/BPN;
2. Sontang Coin Manurung (SON), Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor 1;
3. Adrianto Pitojo Adi (ADR), Presiden Direktur/Direktur Utama PT Summarecon Agung;
4. Arif Sugiyanto (ARF), pihak swasta diduga orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid;
5. Fahd El Fouz (FEZ) atau Fahd A Rafiq, diduga orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid;
6. Rizal Pahlevi (LEV), pihak swasta;
7. Erwin (ERW), pihak swasta yang diduga orang kepercayaan Nusron Wahid;
8. Muhammad Fakhry (MF), pihak swasta yang diduga orang kepercayaan Nusron Wahid.
Editor: Reza Fajri