Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ketika Algoritma Bertemu Intuisi Insinyur: Kisah PHR Mengelola Defisit Energi di Blok Rokan
Advertisement . Scroll to see content

Panen Padi di Sumsel Diprediksi Optimal Cukupi Kebutuhan Pasar

Jumat, 23 Februari 2024 - 14:50:00 WIB
Panen Padi di Sumsel Diprediksi Optimal Cukupi Kebutuhan Pasar
Musim panen raya di Sumatra Selatan. (Foto: dok Kementan)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Provinsi Sumatra Selatan telah melakukan panen padi di beberapa kabupaten, salah satunya di Kabupaten Banyuasin yang terdiri dari enam kecamatan yakni Muara Telang, Tanjung Lago, Air Salek, Muara Padang, Sumber Marga Telang, Muara Sugihan, Pulau Rimau, dan Selat Penuguan. 

Kabupaten Banyuasin sudah melakukan panen sejak Januari dan Februari. Sementara untuk Maret, diprediksi akan panen seluas 46 ribu hektare dan panen juga terjadi di beberapa kabupaten di Sumsel. 

Musim panen raya di Sumatra Selatan yang akan terjadi pada Maret 2024 mendatang diprediksi seluas 81 ribu hektare. Pemprov Sumsel optimistis tidak akan terjadi perubahan yang besar meski musim tanam bergeser akibat pengaruh El Nino pada penghujung 2023 lalu.

Meski ada pengaruh cuaca El Nino pada 2023 yang membuat pergeseran tanam, di mana sebelumnya puncak tanam terjadi pada Oktober dan November, kini mundur menjadi Desember karena sebagian daerah belum turun hujan.

Hanya saja, puncak panen tidak akan mundur dan tetap berlangsung pada Maret-April 2024.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Tuti mengatakan, dengan target peningkatan luas panen sebesar 12,39 persen pada 2024, komoditas padi di Provinsi Sumatra Selatan diproyeksikan mampu terkerek naik.

Selain itu, Tuti mencatat, bahwa produktivitas Sumsel menunjukkan hasil yang cukup baik dan akan mencukupi kebutuhan pasar. Hasil panen padi pada 2023, rata-rata mencapai 5,5 ton per hektare, naik dari tahun sebelumnya yaitu 5,4 ton per hektare.

"Jadi, Sumsel optimistis produksi padi aman. Produksi kita naik dibandingkan 2022 lalu karena peningkatan produktivitas," ucap Tuti. 

Pihaknya berharap dapat meningkatkan luas panen padi tahun ini sekitar 62,204 hektare (12,39 persen). 

Dia juga menyatakan, bahwa salah satu upaya yang akan dilakukan adalah untuk meningkatkan produksi di beberapa lokasi lahan yang belum optimal.

"Jadi, lahan sawah yang produksinya masih di bawah 5 ton ini yang akan kita bantu dan dampingi baik itu dengan memanfaatkan dana APBD maupun APBN," tuturnya.

Editor: Anindita Trinoviana

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut