Pangdam XVII/Cenderawasih Bentuk Tim Investigasi Buru Pembunuh Pendeta di Kabupaten Intan Jaya Papua

Riezky Maulana ยท Rabu, 23 September 2020 - 11:30 WIB
Pangdam XVII/Cenderawasih Bentuk Tim Investigasi Buru Pembunuh Pendeta di Kabupaten Intan Jaya Papua

Ilustrasi. (Foto: IST)

JAKARTA, iNews.id - Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih terus memburu pelaku penembakan pemuka agama Yeremia Zanambani, di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya. Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua diduga, menjadi pelaku penembakan.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria menututkan, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan investigasi ke lokasi langsung. Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan dan Asintel Kasdam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Ardian Triwasana ditunjuk guna membentuk tim investigasi.

"Tim sudah berangkat sejak Hari Minggu langsung ke Distrik Hitadipa Kab. Intan Jaya untuk melaksanakan pendalaman dan investigasi terhadap insiden tertembaknya Pendeta Yeremia Zanambani,” ujar Reza dalam keterangannya, Rabu (23/9/2020).

Dia menuturkan, pimpinan Kodam XVII/Cenderawasih menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Pendeta Yermia Zanambani menjadi korban penembakan. Diharapkan olehnya, kondisi Kabupaten Intan Jaya dapat semakin kondusif.

"Kita doakan bersama semoga Almarhum Pendeta Yermia Zanambani diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan semoga situasi di Kab. Intan Jaya semakin kondusif, sehingga pembangunan dapat dilanjutkan,” ujarnya.

Selain melakukan penembakan terhadap pendeta Yeremia Zananbani, kelompok KKB juga turut menebar fitnah di media sosial mereka. Kepala Peneranhan Kogabwilhan III Kolonel CZI Ign Suriastawa mengatakan, KKB memfitnah TNI adalah pelaku penembakan tersebut.

“Mereka itu atau gerombolan itu sedang mencari momen menarik perhatian di sidang umum PBB akhir bulan ini. Inilah yang saya khawatirkan, bahwa rangkaian kejadian beberapa hari ini adalah settingan mereka yang kemudian diputarbalikkan bahwa TNI menembak pendeta. Harapan mereka, kejadian ini jadi bahan di sidang umum PBB. Saya tegaskan, bahwa ini semua fitnah keji dari KKB,” kata Suriastawa dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/9/2020).

Editor : Muhammad Fida Ul Haq