Panglima Tegaskan TNI dan Polri Alat Perekat Perbedaan Bangsa, Harus Bangun Sinergi
JAKARTA, iNews.id - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menegaskan TNI-Polri adalah alat perekat perbedaan bangsa. Yudo berkomitmen TNI harus bersinergi dengan Polri.
Hal itu disampaikan Laksamana Yudo saat pembekalan kepada 833 Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI-Polri di Gedung Balai Sudirman, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Jumat (21/7/2023).
"Saya dari awal sudah berkomitmen untuk sinergi dengan Polri dan tentunya nanti kalian semuanya. Saya ingin ini sudah diatur TNI-Polri dari awal, sudah harus dibangun sinergitas TNI-Polri, karena kekuatan dan pertahanan keamanan bangsa Indonesia dibangun oleh kekuatan TNI-Polri," katanya, dikutip dari keterangan Puspen TNI, Minggu (23/7/2023).
Yudo mengingatkan, jangan sekali-kali menjadi pengkhianat bangsa dengan menjual kehormatan diri prajurit. Karakter selanjutnya yang tidak kalah penting adalah perlunya pemimpin yang berjiwa gotong royong.
Profil Marsda Samsul Rizal, Jenderal Adhi Makayasa 1990 yang Jabat Dansesko TNI
"Permasalahan negara dan bangsa ini tidak bisa kalian selesaikan sendiri. Ketika negara berperang, TNI harus maju sebagai Trimatra dan juga membutuhkan bantuan dari rakyat untuk memenangkan pertempuran," ucapnya.
Panglima mengucapkan selamat kepada 357 Capaja TNI AD, 94 TNI AL, 114 TNI AU dan 268 Polri atas pencapaian telah berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik. Dia mengingatkan keberhasilan ini baru langkah kecil untuk sesuatu yang jauh lebih besar.
"Ini merupakan sebuah keberhasilan yang harus kalian syukuri karena keberhasilan ini barulah langkah kecil untuk sesuatu yang jauh lebih besar. Empat tahun telah kalian lalui sebagai taruna untuk mencari bekal menuntut ilmu dan pada saatnya insya Allah nanti tanggal 26 Juli kalian dilantik akan menjadi perwira-perwira sebagai generasi penerus TNI dan Polri," ujarnya.
Editor: Reza Fajri