Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Pimpin Sertijab KSAL
JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik Laksamana Yudo Margono menjadi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) menggantikan Laksamana Siwi Sukma Adji yang memasuki masa pensiun. Usai pelantikan, giliran Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang memimpin pelantikan serah terima jabatan (sertijab) KSAL.
Sertijab KSAL dari Laksamana Siwi Sukma Adji kepada Laksamana Yudo Margono digelar di Loby Gedung R.E. Martadinata Markas Besar TNI Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (20/5/2020).
Pengangkatan Laksamana TNI Yudo Margono, sebagai KSAL berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 32/TNI/Tahun 2020 tanggal 18 Mei 2020, tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala Staf Angkatan Laut.
Sebelum diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I).
Pandemi Corona, KSAL Yudo Margono: Patroli Kedaulatan Laut Tetap Berlangsung
Usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu pagi tadi, Yudo menegaskan operasional patroli kedaulatan laut akan memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu Yudo juga selalu melakukan patroli rutin di wilayah perairan saat masih menjabat sebagai Pangkogabwilhan I.
"Unsur-unsur Angkatan Laut akan berusaha dijaga agar tidak terpapar corona supaya patroli kedaulatan hukum tetap bisa dilaksanakan," ucapnya.
Resmi, Laksdya Yudo Margono Jabat KSAL dan Marsekal Fadjar Prasetyo KSAU
Dia menegaskan patroli juga dilakukan di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang berdekatan dengan Laut China Selatan. Seperti diketahui kondisi di kawasan tersebut sempat memanas saat pandemi corona karena Amerika Serikat mengirim kapal perang dan pengebom.
China kemudian menindaklanjutinya dengan mengirimkan pesawat dan kapal untuk membayangi armada AS tersebut. Yudo memastikan kondisi Laut China Selatan saat ini aman dan TNI AL sudah menyiapkan armada untuk berjaga-jaga.
"Di sana selalu ada empat kapal KRI kita, satu pesawat udara, dan satu boeing untuk memastikan seluruh kapal militer asing di luar wilayah ZEE kita," ujarnya.
Editor: Djibril Muhammad