Panglima TNI Tinjau Eks Kamp Vietnam di Pulau Galang, Jadi RS Terintegrasi

Felldy Utama · Rabu, 04 Maret 2020 - 16:40 WIB
Panglima TNI Tinjau Eks Kamp Vietnam di Pulau Galang, Jadi RS Terintegrasi

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan rombongan meninjau bekas Kamp Vietnam di Pulau Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau Rabu (4/3/2020). (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau bekas Kamp Vietnam di Pulau Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau Rabu (4/3/2020). Bekas Kamp Vietnam bakal dijadikan rumah sakit (RS) terintegrasi untuk perbatasan.

Hadi berkunjung bersama Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, Wakil Kepala BIN Letjen TNI (Purn) Teddy Lhaksamana dan Sesditjen P2P Kemenkes Achmad Yurianto.

Kunjungan Hadi dan rombongan untuk melihat secara langsung pembangunan RS tersebut. Rencananya, RS tersebut akan digunakan sebagai tempat observasi warga yang terinfeksi virus.

"Mudah-mudahan rencana ini bisa segera terealisasi dan segera kita gunakan untuk para saudara-saudara kita yang harus melaksanakan observasi dan apabila ada yang terinfeksi segera bisa kita laksanakan pengobatan di wilayah khususnya adalah di wilayah Galang ini," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan rombongan meninjau bekas Kamp Vietnam di Pulau Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau Rabu (4/3/2020). (Foto: ist)
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan rombongan meninjau bekas Kamp Vietnam di Pulau Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau Rabu (4/3/2020). (Foto: ist)

Pada rentang 1979 hingga 1996, wilayah Galang dijadikan sebagai tempat pengungsi Vietnam. Hampir semua bangunan yang ada di wilayah tersebut masih tegak berdiri.

"Kita lihat gedung-gedung termasuk rumah sakit, tempat beribadah masih ada. Oleh sebab itu, rencananya akan kita jadikan satu pilihan untuk rumah sakit dan termasuk juga untuk observasi dan kita siapkan juga adalah rumah sakit, di samping kita juga memiliki satu tempat untuk observasi yaitu di Natuna," ujar Hadi.

RS tersebut akan memiliki 50 ruangan yang dapat dipergunakan sebagai lokasi observasi. Rehabilitasi ini ditargetkan akan selesai hingga satu bulan ke depan.

Editor : Djibril Muhammad