Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PDIP Dicap Abu-Abu, Ini Jawaban Ganjar Pranowo
Advertisement . Scroll to see content

Partai Politik Harus Serius Usung Figur Baru di Pemilu 2024

Minggu, 28 Agustus 2022 - 23:45:00 WIB
Partai Politik Harus Serius Usung Figur Baru di Pemilu 2024
Pemerhati politik dari Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idPartai politik diharapkan memunculkan calon pemimpin alternatif, terutama calon pemimpin yang dapat menjawab tantangan pembangunan Indonesia pasca2024.  

Hal itu diungkapkan pemerhati politik dari Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti dalam acara Diskusi Publik berjudul “Capres Stagnan: Alternatif Jawaban”yang digelar oleh Formappi, Minggu (28/8/2022) di Jakarta. 

Menurut Ray, saat ini terdapat stagnansi elektabilitas figur partai politik yang kerap digadang oleh banyak partai jelang pemilu dan pilpres 2024. 

“Ada kemungkinan terjadi kebosanan dengan nama-nama besar dari partai politik. Namun karena masih belum memasuki masa kampanye, kemungkinan nama-nama tersebut akan terus bertahan,” katanya. 

Ray menambahkan, perlu adanya upaya serius dari partai politik saat ini untuk mencari figur baru yang bukan sekadar populer, tetapi paham betul mengenai relevansi pembangunan Indonesia pasca 2024. 

“Banyak figur di luar partai politik yang perlu dicermati. Artinya partai politik membutuhkan cara pandang baru yang tidak konvensional dalam mengusung nama calon pemimpin, karena di luar partai, banyak sekali figur yang kompeten dan relevan dalam menjawab tantangan pembangunan,” paparnya.

Arif Susanto dari Exposit Strategic menambahkan, partai politik perlu lebih terbuka untuk melihat potensi pemimpin. Selain kriteria calon yang harus selaras nilai-nilai keIndonesiaan, wawasan elite juga tidak boleh terjebak eksklusivisme kepartaian. 

Sebab, pada akhirnya, Pemilu bicara bukan semata tentang peluang kemenangan, tetapi juga kesempatan untuk melakukan transformasi kepemimpinan dan pembangunan nasional. 

Selain itu, tokoh-tokoh potensial harus lebih aktif terlibat diskursus politik, termasuk dengan mengemukakan inovasi dan terobosan yang dapat memperkaya gagasan politik nasional. Alih-alih besar karena sensasi dan puja-puji, ketokohan seseorang harus teruji lewat kontestasi gagasan. 

Peneliti Formappi, Lucius Karus, juga menambahkan bahwa kemungkinan calon presiden alternatif untuk maju masih sangat tinggi. 

Menurut Lucius, pengalaman Indonesia dalam mengusung calon pemimpin alternatif dapat terlihat pada saat kemunculan Ma’ruf Amin dalam pemilihan Presiden 2019. 

Partai politik dapat memberikan ruang bagi figur alternatif yang penuh gagasan serta dapat menjawab tantangan pembangunan di Indonesia. Lebih jauh, proses ini dapat dilakukan oleh partai politik dengan melihat dinamika di masyarakat melalui hasil survey terkait dukungan terhadap figur – figur yang bersaing. 

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut