Pekanbaru Raih Pengakuan Nasional, Investasi Rp7,35 Triliun Lampaui Target
PEKANBARU, iNews.id - Pemerintah Kota Pekanbaru meraih predikat Sangat Baik dalam Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Pemerintah Daerah Tahun 2026. Pengakuan nasional ini melengkapi capaian realisasi investasi Pekanbaru yang menembus Rp7,35 triliun pada semester pertama 2026, setara 156,02 persen dari target yang ditetapkan.
Penghargaan yang ditetapkan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, tersebut menjadi apresiasi atas kinerja pelayanan perizinan dan upaya Pemko Pekanbaru dalam meningkatkan kemudahan berusaha.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah kota. Menurutnya, penghargaan harus menjadi dorongan untuk terus memperbaiki pelayanan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat dan dunia usaha.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemko Pekanbaru. Kami terus berupaya memastikan iklim investasi di Pekanbaru semakin ramah, dengan pelayanan yang cepat, transparan, dan tidak berbelit-belit,” ujar Agung, Rabu (14/10/2026).
Di bawah kepemimpinannya, Pemko Pekanbaru mendorong pembenahan pelayanan melalui pemanfaatan teknologi dan perluasan akses layanan. Sejumlah inovasi yang dijalankan antara lain sistem digital SIP AMAN, Mal Pelayanan Publik (MPP) Mini, serta MPP Keliling.
Melalui berbagai layanan tersebut, Pemko berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, menyederhanakan proses administrasi, dan mengurangi hambatan dalam pengurusan perizinan.
“Kami ingin pelayanan pemerintah semakin mudah dijangkau. Digitalisasi harus terus diperkuat, begitu juga dengan pelayanan jemput bola melalui MPP Mini dan MPP Keliling. Prinsipnya, masyarakat dan pelaku usaha harus mendapatkan pelayanan yang baik tanpa membedakan latar belakang,” kata dia.
Agung menekankan, kemudahan dan kepastian pelayanan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan investor. Pembenahan birokrasi diharapkan dapat mendorong pelaku usaha mengembangkan bisnis serta membuka peluang investasi baru di Pekanbaru.
Pada semester I 2026, realisasi investasi Pekanbaru mencapai Rp7,35 triliun. Kontribusinya berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sekitar Rp6,12 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sekitar Rp1,24 triliun.
Bagi Agung, keberhasilan menarik investasi harus diikuti manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, terutama melalui kesempatan kerja dan pertumbuhan usaha lokal.
“Kami tentu ingin investasi yang masuk ke Pekanbaru terus meningkat. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana investasi tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan usaha lokal,” ucapnya.
Capaian investasi tersebut turut melengkapi perkembangan ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi Pekanbaru tercatat sekitar 8 persen pada triwulan I 2026 dan 7,39 persen pada triwulan II 2026. Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), yang menggambarkan investasi pada aset tetap untuk kegiatan produksi, tumbuh 8,55 persen.
Agung menegaskan, Pemko Pekanbaru akan menjaga konsistensi pembenahan birokrasi, memperkuat inovasi pelayanan, dan meningkatkan sinergi dengan dunia usaha agar capaian daerah terus berlanjut.
“Kami tidak ingin berhenti pada penghargaan. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat dan pelaku usaha benar-benar merasakan manfaat dari perbaikan pelayanan yang dilakukan pemerintah,” tuturnya.
Editor: Aditya Pratama