Pemerintah bakal Bangun Pagar 138 Km di Way Kambas, Akhiri Konflik Gajah dan Manusia
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah akan membangun pagar pembatas atau barrier permanen sepanjang 138 kilometer (km) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Proyek ini merupakan komitmen Presiden Prabowo Subianto mengakhiri konflik antara gajah dan manusia yang telah berlangsung selama puluhan tahun di wilayah tersebut.
“Seperti yang kita ketahui, Bapak Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap Taman Nasional Way Kambas, Gajah merupakan salah satu hewan kesayangan beliau, komitmen Presiden Prabowo dalam menjaga populasi gajah dan mengakhiri secara permanen konflik manusia-gajah,” kata Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di Lampung Timur, Lampung, Kamis (26/3/2026).
Dia menjelaskan, pembangunan pembatas ini sangat mendesak. Hal ini mengingat kondisi unik Taman Nasional Way Kambas yang berbatasan langsung dengan permukiman hampir satu juta jiwa tanpa zona penyangga.
Raja Juli mengatakan konflik yang terjadi selama ini tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, namun juga mengancam keselamatan masyarakat sekitar.
Menhut Turun Tangan, Koridor Gajah Sumatra di Riau Segera Tersambung Kembali
Sistem pembatas yang baru saja dilakukan soft launching ini akan segera melewati tahap uji kekuatan dengan melibatkan gajah liar dalam beberapa hari ke depan.
Proyek ini merupakan kolaborasi lintas instansi, mulai dari Kementerian Kehutanan, Pemprov Lampung, Kodam XXI/Radin Inten, Polda Lampung, hingga akademisi dari Unila, ITERA, dan Polinela.
Menhut Tegaskan Hukuman Berat untuk 15 Tersangka Pemburu Gajah Sumatra di Riau
Polisi Tangkap 15 Orang Sindikat Pemburu Gajah Sumatera di Riau, 3 Masih Buron
Selain pembangunan fisik barrier, Raja Juli juga menyosialisasikan proyek percontohan pembiayaan berkelanjutan melalui mekanisme pasar karbon dan obligasi keanekaragaman hayati. Langkah ini diambil karena keterbatasan APBN dalam mengelola 57 taman nasional di Indonesia selama ini.
“Dalam merancang proyek ini, kami menargetkan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat dan keanekaragaman hayati TNWK yang tak ternilai harganya,” ujarnya.
Kasus Anak Gajah Mati di TN Tesso Nilo, Pemilik Lahan Sawit Jadi Tersangka
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah menyambut baik langkah pemerintah pusat. Menurutnya, pembangunan pembatas permanen adalah impian lama masyarakat Lampung Timur yang selama ini harus menanggung beban akibat konflik satwa liar.
"Masyarakat kami selama ini tidak hanya belum signifikan memperoleh manfaat dari keberadaan TNWK, tetapi juga terus menanggung dampak konflik dengan satwa liar. Kami sangat optimis bahwa pembangunan sistem pembatas ini menandai era baru bagi masyarakat," tutur Ela.
Editor: Rizky Agustian