Pemerintah Bentuk Tim Investigasi Gabungan terkait KKB di Intan Jaya Papua

Riezky Maulana · Kamis, 01 Oktober 2020 - 13:11:00 WIB
Pemerintah Bentuk Tim Investigasi Gabungan terkait KKB di Intan Jaya Papua
Menko Polhukam Mahfud MD (Foto: iNews.id/Riezky Maulana)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah akan membentuk tim investigasi gabungan guna mengusut serangkaian kasus penembakan dan pembunuhan yang terjadi di Intan Jaya, Papua. Kasus tersebut menimbulkan empat korban jiwa, dua dari anggota TNI serta dua dari warga sipil.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, tim investigasi tersebut dibentuk agar penyelidikan dapat berjalan lebih objektif sehingga tidak menimbulkan kontroversi berkepanjangan.

"Tim akan melibatkan pejabat-pejabat terkait, juga akan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat serta akademisi. Ini akan segera dibentuk dengan waktu singkat," ujarnya dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Pemerintah, menurut Mahfud, telah menganalisis ihwal adanya modus yang selalu digunakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) jelang peringatan hari kemerdekaan mereka. Hari kemerdekaan yang diperingati KBB yakni setiap 1 Desember.

"Kita juga sudah punya hitung-hitungan bahwa setiap bulan September untuk menyongsong 1 Desember hari peringatan kelompok separatis Papua maka akan terjadi keributan seperti saat ini. Tahun lalu kan juga terjadi karena memang di sana ada sekelompok orang yang ingin memisahkan diri," tuturnya.

Mahfud memastikan, kebersatuan yang ada antara Indonesia dengan Papua tidak bisa lagi terpisahkan. Pemerintah tak akan memberikan jalan keluar apapun bagi para KKB untuk menjadikan Papua terpisah dari Indonesia.

"Bagi pemerintah Indonesia, kebersatuan Papua baik Papua Barat dengan NKRI sudah final. Tidak ada jalan lagi, tidak ada negosiasi apapun merdeka dan untuk memisahkan diri," katanya.

Editor : Djibril Muhammad

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda