Pemerintah: New Normal Dilaksanakan Bertahap
JAKARTA, iNews.id – Pemerintah memastikan penerapan kenormalan baru atau new normal terkait pandemi Covid-19 akan dilaksanakan bertahap. New normal tidak bisa dilakukan serempak di di 514 kabupaten/kota karena permasalahan di masing-masing daerah tidak sama.
Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, penerapan bertahap sesuai kajian dari Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Pada masing-masing daerah yang kurva kasus positif melandai dan lainnya masih meningkat.
“Pemerintah telah melakukan kajian komprehensif di semua kabupaten/kota secara terus menerus bersama tim ahli, tim pakar, dan tim dari perguruan tinggi untuk memantau kondisi masing-masing kabupaten/kota ini,” kata Yuri pada konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (31/5/2020).
Dia menjelaskan, ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan untuk menerapkan kenormalan baru tersebut. Di bidang kesehatan, aspek epidemiologi menjadi sesuatu yang penting.
Update Corona 31 Mei: Pasien Positif Bertambah 700 Jadi 26.473 Orang, 7.308 Sembuh, 1.613 Meninggal
Menurutnya, ini karena untuk menetapkan new normal di suatu daerah angka penurunan kasus positif setidaknya mencapai lebih dari 50 persen dari kasus puncak yang pernah dicapai di daerah tersebut dalam 3 minggu berturut-turut.