Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bondowoso Jatim Dilanda Kekeringan, 149 KK Terdampak
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah: New Normal Dilaksanakan Bertahap

Minggu, 31 Mei 2020 - 18:10:00 WIB
Pemerintah: New Normal Dilaksanakan Bertahap
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (Foto: BNPB).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah memastikan penerapan kenormalan baru atau new normal terkait pandemi Covid-19 akan dilaksanakan bertahap. New normal tidak bisa dilakukan serempak di di 514 kabupaten/kota karena permasalahan di masing-masing daerah tidak sama.

Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, penerapan bertahap sesuai kajian dari Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Pada masing-masing daerah yang kurva kasus positif melandai dan lainnya masih meningkat.

“Pemerintah telah melakukan kajian komprehensif di semua kabupaten/kota secara terus menerus bersama tim ahli, tim pakar, dan tim dari perguruan tinggi untuk memantau kondisi masing-masing kabupaten/kota ini,” kata Yuri pada konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (31/5/2020).

Dia menjelaskan, ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan untuk menerapkan kenormalan baru tersebut. Di bidang kesehatan, aspek epidemiologi menjadi sesuatu yang penting.

Menurutnya, ini karena untuk menetapkan new normal di suatu daerah angka penurunan kasus positif setidaknya mencapai lebih dari 50 persen dari kasus puncak yang pernah dicapai di daerah tersebut dalam 3 minggu berturut-turut.

Selanjutnya, jika di suatu daerah masih terdapat penambahan kasus, maka rata-rata penambahan kasus positifnya harus menurun di bawah 5 persen dari kasus yang diperiksa. Dari sistem kesehatan yang perlu dipertimbangkan di antaranya penggunaan tempat tidur ICU dalam dua minggu terakhir dan sistem surveilans kesehatan yang diberlakukan.

“Ini jadi ukuran apakah daerah tersebut bisa melaksanakan konsep new normal yang baru,” kata Achmad.

Yuri menjelaskan, pertimbangan tersebut yang harus disampaikan kepada kepala pemerintahan setempat. Kalau kabupaten/kota tentunya pertimbangan gugus tugas inilah yang disampaikan kepada para bupati dan wali kota.

Selanjutnya pertimbangan itu disampaikan pula pada level pemerintahan, tokoh masyarakat, serta semua pihak yang ada di kabupaten/kota tersebut untuk memutuskan apakah akan melaksanakan new normal atau akan menundanya.

Setelah diputuskan, harus ada sosialisasi kepada seluruh masyarakat di kabupaten/kota tersebut. Tak hanya sosialisasi tapi seluruh pihak harus mendapatkan edukasi tentang apa yang harus dilakukan dalam new normal.

Apabila pelaksanaan new normal telah dipahami oleh masyarakat, perlu dilakukan simulasi. Sebagai contoh, yang disepakati pasar, maka harus dilakukan simulasi bagaimana penerapan protokol kesehatan di sana.

“Apabila simulasi sudah dipahami dan diyakini sudah dilaksanakan, new normal tinggal dilaksanakan. Oleh karena itu kita tidak menganggap bahwa new normal itu ibarat bendera start untuk sebuah lomba lari semua bergerak bersama-sama, tidak. Tapi sangat tergantung epidemiologi daerah dan ini jadi keputusan kepala daerahnya,”ujarnya.

Yuri menekankan, kebijakan new normal ini tidak dijadikan suatu eforia baru kenormalan tersebut seakan-akan membebaskan kita kembali beraktivitas secara bebas seperti sebelum pandemi Covid-19.

Sementara ini, ada 102 kabupaten/kota yang tidak terdampak Covid-19, artinya di daerah tersebut tidak ditemukan kasus konfirmasi positif. Hal ini dapat dimaknai bahwa upaya untuk tetap menjaga diri jangan sampai terjadi penularan harus diutamakan. Tidak ada jaminan bahwa daerah yang tidak terdampak akan aman dari Covid-19.

“Oleh karena itu protokol kesehatan harus dijalankan di semua tempat,” ucapnya.

Data Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid-19 pada Minggu pukul 12.00 WIB, jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 323.376. Hasil positif bertambah 700 sehingga total menjad 26.473.

Terdapat 5 provinsi yang masih tinggi penaikkan jumlah kasus positifnya yaitu Jawa Timur bertambah 244, DKI bertambah 42, NTB bertambah 42, Jawa Tengah bertambah 37, dan Sulawesi Selatan bertambah 31.

Provinsi yang tidak ada penambahan kasus hari ini yaitu Aceh, Jambi, Kalimantan Utara, dan Riau. Sedangkan provinsi yang melaporkan penambahan kasus positif satu orang yakni Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, dan NTT.

Pasien sembuh meningkat 239 total 7.308 dan pasien meninggal bertambah 40 total 1.613. Orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 49.936, pasien dalam pengawasan (PDP) 12.913.

“Kasus baru masih terus bertambah, jaga jarak fisik, pakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan rajin olah raga harus tetap dilakukan untuk memutus rantai penularan Covid-19,” ujarnya.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut