Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : HALO PERADI Nusantara dan LPTMKRI Diluncurkan, Perkuat Perlindungan Hukum Dokter dan Nakes
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Optimistis Vaksinasi Covid-19 untuk 1,5 Juta Nakes Selesai Akhir Februari 2021

Selasa, 02 Februari 2021 - 08:55:00 WIB
Pemerintah Optimistis Vaksinasi Covid-19 untuk 1,5 Juta Nakes Selesai Akhir Februari 2021
Pemerintah optimistis vaksinasi covid-19 untuk 1,5 juta nakes selesai di akhir Februari 2021. (Foto: iNews.id/Pemprov Sulsel)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah melalui juru bicara untuk vaksinasi covid-19, dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan optimistis program vaksinasi untuk 1,5 juta tenaga kesehatan (nakes) selesai pada akhir Februari 2021. Apalagi saat ini sudah ada sekitar 500.000 nakes yang menerima vaksin covid-19.

Nadia menjelaskan pemerintah memang mencanangkan target 1,5 juta nakes selesai divaksin pada Februari 2021. Dia mengatakan vaksinasi ini sangat penting dan memiliki manfaat yang lebih besar dibanding risikonya karena memiliki efek samping yang rendah.

“Dengan pengalaman puluhan tahun melakukan imunisasi, pemerintah siap menjalankan prosesi vaksinasi covid-19 sesuai kerangka waktu dan target yang telah dicanangkan. Berdasarkan laporan dari Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), hingga saat ini semua reaksi masih bersifat ringan dan tidak ada yang serius,” ujar Nadia di Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Lebih lanjut, Nadia mengatakan tahapan dalam pemberian vaksin covid-19 dilakukan dengan memperhatikan roadmap organisasi kesehatan dunia (WHO) dan Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE). Selain itu juga berdasarkan pada hasil kajian dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization/ITAGI). 

“Setelah nakes, sasaran vaksinasi covid-19 selanjutnya adalah para petugas pelayanan publik dan kelompok usia lanjut di atas 60 tahun,” kata Nadia.

Para petugas pelayanan publik terdiri dari anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal, perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum. 

“Kemudian tahap tiga menyasar masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Tahap empat sasarannya adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan klaster sesuai dengan ketersediaan vaksin,” ucap Nadia.

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut