Pemerintah Pangkas Libur Akhir Tahun, Epidemiolog: Perlu Dibarengi Mitigasi Dampak Pilkada

Harits Tryan Akhmad · Kamis, 03 Desember 2020 - 06:11:00 WIB
Pemerintah Pangkas Libur Akhir Tahun, Epidemiolog: Perlu Dibarengi Mitigasi Dampak Pilkada
Warga memadati lokasi wisata di Jawa Barat setelah pemerintah setempat melonggarkan aturan PSBB di tengah pandemi Covid-19. (foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Keputusan pemerintah memangkas libur akhir tahun 2020 dinilai sudah tepat. Epidemiolog menyarankan upaya tersebut perlu dibarengi pembatasan pergerakan manusia untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Pemerintah memutuskan mengurangi libur akhir tahun sebanyak tiga hari yaitu tanggal 28, 29, dan 30 Desember 2020. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) PMK, Muhadjir Effendy usai rapat internal menteri.

"Ada pun liburnya sebagai berikut mulai tanggal 24 sampai 27 Desember libur 24 cuti bersama Natal. 25 Hari Raya Natal kemudian 26 Sabtu dan 27 Minggu. Kemudian tanggal 28, 29, 30 tidak libur tetap masuk kerja seperti biasa. Baru kemudian tanggal 31 baru libur sebagai pengganti Idul Fitri. Kemudian tanggal 1 adalah otomatis libur 1 Januari. Tanggal 2 Hari Sabtu dan 3 Januari hari Minggu," jelasnya.

Epidemiolog University Griffith Australia, Dicky Budiman, mengapresiasi keputusan pemerintah. Namun demikian, langkah tersebut perlu diikuti dengan mitigasi dampak dari pilkada serentak pada 9 Desember 2020.

"Mengurangi sudah bagus, tapi juga harus membatasi pergerakan manusianya," ucapnya.

"Termasuk juga memastikan mitigasi dampak Pilkada," lanjutnya.

Editor : Arif Budiwinarto