Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BNPT Ungkap Proses Radikalisasi Lewat Medsos Lebih Cepat, Cuma Butuh 3-6 Bulan
Advertisement . Scroll to see content

Pemimpin JAD Provokator Kerusuhan Mako Brimob Divonis 11 Tahun Penjara

Kamis, 13 September 2018 - 19:28:00 WIB
Pemimpin JAD Provokator Kerusuhan Mako Brimob Divonis 11 Tahun Penjara
Terdakwa kasus terorisme Wawan Kurniawan alias Abu Afif memasuki ruang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jakarta, Kamis (13/9/2018). (Foto:Antara/Galih Pradipta).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Wawan Kurniawan alias Abu Afif alias Ustaz Wawan divonis 11 tahun penjara. Pemimpin Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Riau ini dinyatakan terbukti melakukan aksi tindak pidana terorisme di Air Terjun Gema (Batu Dinding) Pekanbaru dan kawasan Siberuk, Sumatera Selatan.

Wawan juga diduga menjadi provokator kerusuhan Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. "Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Wawan Kurniawan alias Abu Afif alias Ustaz Wawan penjara selama 11 tahun," ujar Ketua Majelis Hakim Soehartono di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (13/9/2018).

Vonis tersebut lebih ringan dua tahun ketimbang tuntutan jaksa yakni hukuman 13 tahun penjara. Atas putusan tersebut, dia diberikan kesempatan untuk mengajukan banding atau menerima.

Namun Wawan tidak mau mengajukan pembelaan ataupun banding. "Saya tidak rida dengan putusan ataupun pembelaan dan aturan hukum yang dibuat manusia. Saya hanya ikut aturan hukum Allah SWT," ujar Wawan, sambil mengacungkan jari telunjuknya.

Sebelum vonis dibacakan, Wawan alias Abu Afif memasuki ruangan dengan tertatih-tatih menuju kursi pesakitan. Dia diberi kesempatan majelis hakim untuk menjumpai istrinya.

Suasana haru terasa saat istri Wawan, Ana berlari menuju Wawan dan memeluknya karena sekian lama mereka tak bertemu. Saat Wawan duduk di kursinya, Ana menyandarkan kepala di bahunya sebentar. Dia lantas kembali ke kursi pengunjung dan menyaksikan persidangan suaminya.

Majelis hakim mengungkapkan terdakwa Wawan alias Abu Afif belum melakukan aksi teror sepenuhnya. Namun, tidak berarti unsur adanya kegiatan terorisme tidak terpenuhi maupun tidak terbukti.

"Permufakatan jahat dalam melakukan tindak pidana terorisme dalam UU tindak pidana terorisme merupakan sudah termasuk tindakan terorisme. Oleh karena itu majelis tidak sepakat dengan pleidoi penasihat hukum yang mengatakan terdakwa tidak terbukti melanggar pasal 15 juncto pasal 7 UU No 15 Tahun 2003," ujar Soehartono.

Wawan merupakan terduga teroris yang tertangkap di Pekanbaru pada operasi penindakan serentak oleh Detasemen Khusus Antiteror Polri 88 pada Oktober 2017.

Wawan juga diduga berperan menjadi motivator bagi kelompoknya untuk menyerang markas Brimob Polsek serta pos polisi Riau menggunakan senjata tajam. Wawan dan kelompoknya telah melakukan latihan persiapan teror (i'dad) dan menembak di Bukit Gema, Kabupaten Kampar, Riau.

Wawan diringkus bersama Abu Ibrahim alias Beni Sutrisno alias Abu Ibrahim di Perumahan Pandau Permai, Desa Pandau Permai, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Terakhir pada 8 Mei, Wawan diduga menjadi provokator kerusuhan Mako Brimob yang membuat ratusan tahanan menyandera polisi. Hal tersebut berawal dari kemarahannya saat makanan dari keluarganya tidak bisa masuk sel karena aturan yang ketat.

Wawan kemudian menghasut sejumlah teroris lainnya yang mendekam di Rutan Mako Brimob dan mengakibatkan lima polisi serta satu narapidana teroris tewas.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut