Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo: Berpolitik di RI Pengorbanan, Mau Mengabdi malah Dicari-cari Kejelekannya
Advertisement . Scroll to see content

Pemuda Perindo : Anak Muda Tak Cukup Hanya Bersuara tapi Harus Duduk di Eksekutif dan Legislatif 

Minggu, 30 Oktober 2022 - 19:12:00 WIB
Pemuda Perindo : Anak Muda Tak Cukup Hanya Bersuara tapi Harus Duduk di Eksekutif dan Legislatif 
Sekretaris Jenderal DPP Pemuda Perindo Diska Resha Putra dalam Podcast Aksi Nyata yang bertajuk “Refleksi Sumpah Pemuda, Menciptakan Pemimpin Bangsa”, Minggu (30/10/2022). (Foto istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Dalam memaknai Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober, Pemuda Perindo mengatakan bahwa kontribusi anak muda tidak cukup hanya bersuara. Tapi mereka ikut berpolitik duduk di jabatan-jabatan eksekutif dan legislatif untuk kemajuan daerah dan negara. 

“Jangan hanya sebagai bersuara saja tapi kita harus ikut juga duduk di situ, kita menciptakan sebuah regulasi, bagaimana sebuah negara atau sebuah daerah itu bisa lebih berkembang dan maju,” kata Sekretaris Jenderal DPP Pemuda Perindo Diska Resha Putra dalam Podcast Aksi Nyata yang bertajuk “Refleksi Sumpah Pemuda, Menciptakan Pemimpin Bangsa”, Minggu (30/10/2022).

Alasannya, Diska menjelaskan, anak-anak muda ini punya inovasi yang sangat liar sehingga anak muda ini harus diwadahi dan diarahkan sejak awal. Untuk mewujudkan itu, Diska pun membagikan kiat-kiat untuk menggaet anak muda terjun ke politik

Awalnya, ia akan menanyakan apa tujuannya untuk sebuah hidup, karena baginya, untuk apa bisa sukses dan cerdas jika hanya untuk diri sendiri. Dia ingin agar bermanfaat bagi dirinya sendiri dan juga orang lain.

“Nah kenapa makanya saya tertarik ada politik itu juga kayak gitu, manfaatkan orang lain untuk apa karena manfaatnya itu bisa bantu masyarakat. Nah bagaimana kalian itu bisa menciptakan atau melakukan atau berkontribusi untuk masyarakat kalian,” ucapnya.

Karena, kata Diska, berpolitik itu tidak harus membuat sebuah kebijakan bagi kepentingan orang-orang tertentu. Contoh paling kecil melakukan kegiatan bakti sosial, dan menciptakan kreasi di tiap bidang yang digeluti di tiap organisasi.

“Contoh juga kalian bisa melakukan kegiatan bakti sosial itu kan kegiatan sosial juga yang kalian ciptakan di setiap bidang dalam organisasi juga ada,” ujar Diska. 

Diska juga merasakan di lingkungan sekitarnya, ada sebagian teman-temannya yang tidak peduli, bahkan egois terhadap kondisi lingkungan dan tidak membantu teman yang kesulitan. Kesadaran ini harus dipupuk sejak awal, karena jati diri bangsa seperti Pancasila dan gotong royong itu hal yang penting dan dapat membuat bangsa Indonesia menjadi besar.

“Nah itu kayak itu betul-betul yang pemerintah itu harus sadar karena kenapa awareness itu benar-benar berpengaruh juga pada pemerintah, apabila kalau negara ini enggak maju kalau anak mudanya,” katanya.

Editor: Faieq Hidayat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut