Pemuda Perindo : Anak Muda Tak Cukup Hanya Bersuara tapi Harus Duduk di Eksekutif dan Legislatif
JAKARTA, iNews.id – Dalam memaknai Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober, Pemuda Perindo mengatakan bahwa kontribusi anak muda tidak cukup hanya bersuara. Tapi mereka ikut berpolitik duduk di jabatan-jabatan eksekutif dan legislatif untuk kemajuan daerah dan negara.
“Jangan hanya sebagai bersuara saja tapi kita harus ikut juga duduk di situ, kita menciptakan sebuah regulasi, bagaimana sebuah negara atau sebuah daerah itu bisa lebih berkembang dan maju,” kata Sekretaris Jenderal DPP Pemuda Perindo Diska Resha Putra dalam Podcast Aksi Nyata yang bertajuk “Refleksi Sumpah Pemuda, Menciptakan Pemimpin Bangsa”, Minggu (30/10/2022).
Alasannya, Diska menjelaskan, anak-anak muda ini punya inovasi yang sangat liar sehingga anak muda ini harus diwadahi dan diarahkan sejak awal. Untuk mewujudkan itu, Diska pun membagikan kiat-kiat untuk menggaet anak muda terjun ke politik.
Awalnya, ia akan menanyakan apa tujuannya untuk sebuah hidup, karena baginya, untuk apa bisa sukses dan cerdas jika hanya untuk diri sendiri. Dia ingin agar bermanfaat bagi dirinya sendiri dan juga orang lain.
DPP Partai Perindo Bagikan Paket Bantuan untuk Korban Banjir di Malang Selatan
“Nah kenapa makanya saya tertarik ada politik itu juga kayak gitu, manfaatkan orang lain untuk apa karena manfaatnya itu bisa bantu masyarakat. Nah bagaimana kalian itu bisa menciptakan atau melakukan atau berkontribusi untuk masyarakat kalian,” ucapnya.
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hukum dan Advokasi Terima Aspirasi Relawan di Malang
Karena, kata Diska, berpolitik itu tidak harus membuat sebuah kebijakan bagi kepentingan orang-orang tertentu. Contoh paling kecil melakukan kegiatan bakti sosial, dan menciptakan kreasi di tiap bidang yang digeluti di tiap organisasi.
“Contoh juga kalian bisa melakukan kegiatan bakti sosial itu kan kegiatan sosial juga yang kalian ciptakan di setiap bidang dalam organisasi juga ada,” ujar Diska.
Diska juga merasakan di lingkungan sekitarnya, ada sebagian teman-temannya yang tidak peduli, bahkan egois terhadap kondisi lingkungan dan tidak membantu teman yang kesulitan. Kesadaran ini harus dipupuk sejak awal, karena jati diri bangsa seperti Pancasila dan gotong royong itu hal yang penting dan dapat membuat bangsa Indonesia menjadi besar.
“Nah itu kayak itu betul-betul yang pemerintah itu harus sadar karena kenapa awareness itu benar-benar berpengaruh juga pada pemerintah, apabila kalau negara ini enggak maju kalau anak mudanya,” katanya.
Editor: Faieq Hidayat