Pemuda Perindo Kritisi Masih Ada Hukum Tajam ke Bawah Tumpul ke Atas
JAKARTA, iNews.id - Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Hukum dan HAM DPP Pemuda Perindo, Ferry Iman Halim S.H menyoroti hukum yang masih dianggap tajam ke bawah tumpul ke atas. Salah satu contohnya adalah kasus seorang kakek yang dihukum lantaran mencuri kayu.
Ia menyebut hukuman yang diterima kakek tersebut lebih berat dari kasus pidana lainnya. Ferry menilai ini dikarenakan adanya oknum dalam bidang hukum yang melakukan penyelewengan.
"Kalau saya bilang sistemnya sudah oke, tapi yang terjadi kita bicara lagi mengenai oknum penyelewengan," kata Ferry dalam Podcast Aksi Nyata, Minggu (26/6/2022).
Menurut Ferry, seorang penegak hukum harus mengedepankan hati nurani. Dengan demikian, kasus-kasus hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas tidak akan terjadi lagi.
DPD Perindo Malang Dapat Ilmu Tambahan dari Cangkrukan Ngaji Budaya dengan Tokoh Lintas Agama
"Yang pasti hati nurani harus dikedepankan sebagai seorang penegak hukum, kita nggak bisa sih hanya based on text book, tapi nggak melihat konteks relevansi, buat saya salah sih," ujar Ferry.
Dia menyebut hukum juga dinamis. Pasalnya selalu ada ketentuan yang diperbarui dalam perjalanannya.
"Di Indonesia ini yang namanya hukum harus dan pasti ditegakkan. Memang perjalanannya ada ketentuan-ketentuan atau aturan yang mesti diperbarui, karena hukum kan dinamis," kata Ferry.
Editor: Reza Fajri