Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Banjir Lumpur Susulan Terjang Aceh, Mendagri Tito Karnavian Duga Infrastruktur Kritis Rusak
Advertisement . Scroll to see content

Pemulihan Pascabencana Aceh, Fasilitas Umum di 16 Desa Dibersihkan dari Materiel Banjir

Kamis, 05 November 2026 - 14:30:00 WIB
Pemulihan Pascabencana Aceh, Fasilitas Umum di 16 Desa Dibersihkan dari Materiel Banjir
Pembersihan fasilitas umum di 16 desa usai banjir menerjang Aceh. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Upaya pemulihan wilayah terdampak banjir di Aceh terus dilakukan melalui penanganan infrastruktur dan penataan kawasan. Hingga kini, pekerjaan pemulihan telah menjangkau 16 desa, terdiri dari 11 desa di Kabupaten Pidie dan lima desa di Kabupaten Bireuen.

Sejumlah pekerjaan dilakukan, mulai dari pembersihan materiel sisa banjir dan akses lingkungan, normalisasi saluran dan drainase, hingga pemulihan fasilitas umum.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana mengatakan keterlibatan perusahaan bersama Kementerian PU dalam pemulihan pascabencana merupakan bagian dari komitmen untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga yang terdampak bencana.

"Pemulihan pascabencana bukan sekadar mengembalikan kondisi infrastruktur seperti semula, tetapi juga bagaimana kita membantu masyarakat bangkit, kembali menjalankan aktivitas sehari-hari, dan menumbuhkan optimisme untuk menata kehidupan ke depan. Melalui sinergi bersama Kementerian PU, kami berupaya memastikan setiap langkah penanganan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak," ujar Dian di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Dia mengatakan pemulihan infrastruktur juga diharapkan dapat mendorong kebangkitan sosial dan ekonomi masyarakat. Lingkungan yang kembali bersih, akses yang dapat digunakan, serta saluran drainase yang berfungsi menjadi elemen penting untuk mendukung aktivitas warga dan mempercepat normalisasi kehidupan di kawasan terdampak.

Selain penanganan infrastruktur, kata Dian, partisipasi masyarakat setempat juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Semangat gotong royong diharapkan dapat memperkuat upaya membangun kembali kawasan terdampak sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

"Semangat gotong royong menjadi fondasi penting dalam proses pemulihan ini. Kami percaya bahwa ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, yang dibangun bukan hanya infrastruktur, tetapi juga kepercayaan diri dan harapan masyarakat untuk kembali bangkit. Bersama, kita tidak hanya memulihkan lingkungan, tetapi juga menguatkan harapan untuk kembali," ujar Dian.

Upaya pemulihan juga dilakukan setelah hujan deras mengguyur Aceh pada Sabtu (31/10/2026) malam dan menyebabkan sejumlah desa di beberapa kecamatan terendam banjir. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir terjadi akibat meningkatnya debit air sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak, Brantas Abipraya turut menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban masyarakat. Bantuan tersebut melengkapi penanganan infrastruktur yang dilakukan di sejumlah wilayah.

Ke depan, sinergi dengan Kementerian PU dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat mengoptimalkan pemulihan wilayah terdampak. Selain mengembalikan fungsi infrastruktur dan fasilitas umum, langkah tersebut juga ditujukan untuk memperkuat ketahanan kawasan terhadap potensi bencana di masa mendatang.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut