Pencak Silat Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Jokowi: Ini Penghormatan bagi Tradisi Kita

Irfan Ma'ruf ยท Sabtu, 14 Desember 2019 - 12:27 WIB
Pencak Silat Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Jokowi: Ini Penghormatan bagi Tradisi Kita

Pesilat menampilkan jurus di festival pencak silat di Cinere, Depok, Jawa Barat (2/11/2019). UNESCO menetapkan Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda. (Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha).

JAKARTA, iNews.idPencak Silat asal Indonesia ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage) oleh Badan Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB atau UNESCO. Penetapan ini berlangsung di Bogota, Kolombia, Kamis (12/12/2019) waktu setempat.

Tradisi Pencak Silat menggenapi sembilan daftar budaya Indonesia yang masuk Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. Penetapan ini pun diapresiasi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Melalui akun media sosial, Jokowi menyampaikan responsnya.

”Pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, tapi juga warisan budaya yang mengandung falsafah, spiritualitas, dan kesenian,” kata Jokowi di Instagram, Sabtu (14/12/2019).

Seorang bocah memainkan pencak silat. (Foto: IG Jokowi).

Pernyataan tersebut mengiringi gambar seorang bocah sedang memainkan pencak silat yang diunggahnya. Jokowi pun bangga dengan penetapan UNESCO tersebut.

”Ini sebuah penghormatan dunia bagi tradisi dan budaya kita,” kata Kepala Negara. Selain di Instagram, Jokowi juga mencuitkan hal serupa di akun Twitter. Hingga Sabtu siang, cuitan tersebut telah dikicaukan ulang (retweet) 388 kali oleh warganet.

Dengan ditetapkannya Pencak Silat, Indonesia telah memiliki sembilan elemen budaya dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. Delapan elemen yang telah terdaftar sebelumnya yaitu Wayang (2008), Keris (2008), Batik (2009), Angklung (2010), Tari Saman (2011), dan Noken Papua (2012).

Selain itu, Tiga Genre Tari Tradisional di Bali (2015), Pinisi, seni pembuatan perahu dari Sulawesi Selatan (2017) dan satu program terbaik yaitu Pendidikan dan Pelatihan Batik di Museum Batik Pekalongan (2009).

Editor : Zen Teguh