Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah Sastrawan Sapardi Djoko Damono, Menulis untuk Kebahagiaan
Advertisement . Scroll to see content

Pencipta Puisi Hujan Bulan Juni Meninggal Dunia, Ini Profil Sapardi Djoko Damono

Minggu, 19 Juli 2020 - 11:39:00 WIB
Pencipta Puisi Hujan Bulan Juni Meninggal Dunia, Ini Profil Sapardi Djoko Damono
Almarhum Sapardi Djoko Damono. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sastrawan fenomenal Indonesia, Sapardi Djoko Damono meninggal dunia hari ini, Minggu (19/7/2020) sekitar pukul 09.17 WIB. Almarhum mengembuskan nafas terakhir di Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan.

Sapardi meninggal dunia di usia 80 tahun. Almarhum diketahui lahir di Surakarta Jawa Tengah pada 20 Maret 1940.

"Iya benar (Sapardi Djoko Damono meninggal)," kata Kepala Biro Humas dan Kantor Informasi Publik Universitas Indonesia (UI), Amelita Lusia saat dihubungi melalui telepon di Jakarta, Minggu (19/7/2020).

Karya-karyanya dikenal oleh masyarakat Indonesia lintas generasi. Sebut saja puisi Hujan Bulan Juni dan Aku Ingin yang diciptakan tahun 1989.

Dikutip dari berbagai sumber, Sapardi diketahui aktif mengirim karya-karyanya ke berbagai majalah sejak mengenyam pendidikan di SMPN 2 Surakarta dan SMAN 2 Surakarta. Minatnya di bidang kesusastraan semakin terlihat saat dirinya kuliah program studi Bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Sejak 1974 Sapardi mengajar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia yang kini bernama Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Sebelum pensiun, Sapardi sempat menjabat Dekan FIB UI periode 1995-1999.

Hingga menjelang wafatnya, Sapardi masih aktif mengajar di Sekolah Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Dia belum berhenti menulis karya fiksi maupun non-fiksi.

Sementara itu tahun 1973 Sapardi pindah dari Semarang ke Jakarta untuk menjadi direktur pelaksana Yayasan Indonesia yang menerbitkan majalah sastra Horison. Selama menjabat sebagai dekan FIB UI tahun 1995-1999, Sapardi juga menjadi redaktur di berbagai majalah seperti Horison, Basis, Kalam, Pembinaan Bahasa Indonesia, Majalah Ilmu-Ilmu Sastra Indonesia, dan country editor majalah Tenggara di Kuala Lumpur, Malaysia.

Sejumlah penghargaan telah diterima Sapardi atas karya-karya fenomenalnya. Seperti SEA Write Award tahun 1986 dan penerima penghargaan Achmad Bakrie tahun 2003.

Istri Sapardi, Wardiningsih terlebih dahulu meninggal dunia pada 17 Februari 2019. Keduanya meninggalkan dua orang anak.

Karya-karya Sapardi juga dikenal publik karena sering dimusikalisasi oleh mantan mahasiswanya di FIB UI. Beberapa puisi karyanya yang terkenal antara lain "Aku Ingin", "Hujan Bulan Juni", "Pada Suatu Hari Nanti", "Akulah si Telaga", dan "Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari" hingga "Perahu Kertas".

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut