Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin Kantongi Dukungan Pengurus NU Sulselbar
Advertisement . Scroll to see content

Pengumuman! Ziarah Makam Gus Dur Dibuka 24 Jam selama Muktamar NU 27-31 Agustus

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:22:00 WIB
Pengumuman! Ziarah Makam Gus Dur Dibuka 24 Jam selama Muktamar NU 27-31 Agustus
Makam Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. (Foto: NU Online)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, memberlakukan kebijakan khusus selama pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Akses ziarah ke makam Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan pendiri NU KH Hasyim Asy’ari dibuka selama 24 jam.

Kebijakan tersebut berlaku selama Muktamar NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026. Pembukaan akses ziarah selama 24 jam dilakukan untuk memfasilitasi para peserta, peninjau, serta tamu muktamar atau muktamirin yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Pada hari biasa, Pesantren Tebuireng memberlakukan jadwal ziarah dalam dua sesi. Sesi pagi dibuka pukul 08.00-15.00 WIB, sedangkan sesi malam berlangsung pukul 20.00-02.00 WIB.

Namun, selama pelaksanaan Muktamar NU, seluruh pembatasan waktu tersebut ditiadakan. Peziarah dapat berziarah ke makam para tokoh pendiri NU kapan saja selama 24 jam.

Mudir V Bidang Pendidikan Formal Pesantren Tebuireng, Achmad Roziqi, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus kontribusi pesantren kepada para nahdliyin yang ingin berziarah dan bertawasul di makam para muassis NU.

"Kami membuka akses makam Pesantren Tebuireng secara penuh, karena kami hendak menghormati para muktamirin yang hendak berziarah ke Tebuireng. Selama muktamar nanti ziarah akan dibuka 24 jam. Tidak ada waktu yang dilarang untuk berziarah," ujar Kiai Roziqi, dikutip dari laman MUI, Senin (24/8/2026).

Keputusan tersebut juga diambil dengan mempertimbangkan potensi lonjakan jumlah peziarah selama berlangsungnya Muktamar NU. Pengelola Pesantren Tebuireng memperkirakan peserta dan tamu muktamar dari berbagai daerah akan memanfaatkan momentum tersebut untuk berziarah.

Pengalaman pada sejumlah kegiatan besar NU sebelumnya juga menjadi pertimbangan. Salah satunya saat Peringatan 1 Abad NU di Sidoarjo yang turut meningkatkan arus peziarah ke kawasan Tebuireng.

Untuk mengantisipasi kepadatan sekaligus menjaga ketertiban, pengelola pesantren telah menyiapkan rekayasa alur keluar-masuk peziarah.

Para peziarah nantinya akan diarahkan memasuki kawasan makam melalui pintu belakang pesantren. Skema tersebut disiapkan agar arus peziarah tetap teratur meski jumlah pengunjung diperkirakan meningkat selama pelaksanaan muktamar.

Selain rekayasa jalur, Pesantren Tebuireng juga menyiagakan tim keamanan secara bergantian selama 24 jam.

Pengamanan tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan kondusivitas lingkungan pesantren, sekaligus memastikan aktivitas belajar dan mengaji para santri tetap berlangsung.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut