Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Konser Ye Sedot 50.000 Pengunjung dari Luar Jakarta, Ribuan Pekerja Lokal Dilibatkan
Advertisement . Scroll to see content

Pengusaha Hotel Sebut Dampak Ekonomi Konser Ye Langsung Terasa: Acara Kayak Gitu Bagus!

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:47:00 WIB
Pengusaha Hotel Sebut Dampak Ekonomi Konser Ye Langsung Terasa: Acara Kayak Gitu Bagus!
Konser Kanye West atau Ye di GBK, Jakarta, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Dimas Andhika Fikri)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mendorong pemerintah menjadikan konser musik internasional, termasuk penampilan Kanye West atau Ye, sebagai salah satu prioritas pengembangan ekonomi nasional. Kemudahan perizinan dinilai penting untuk menarik wisatawan mancanegara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani, menilai penyelenggaraan konser berskala besar memiliki efek berganda (multiplier effect) bagi industri perhotelan, restoran, dan berbagai bisnis penunjang pariwisata.

"Jadi bagus, acara-acara kayak gitu tuh bagus. Jadi menarik inbound-nya, inbound turis juga," ujar Hariyadi saat dihubungi iNews.id, Minggu (25/10/2026).

Meski demikian, Hariyadi tidak menampik adanya tantangan berupa tingginya biaya penyelenggaraan konser di Indonesia dibandingkan negara lain. Dia meminta pemerintah memprioritaskan kemudahan proses perizinan agar Indonesia dapat menangkap peluang ekonomi dari industri hiburan global.

"Tapi paling enggak pemerintah harusnya menjadikan konser ini satu yang prioritas juga. Intinya itu. Gimana dimudahkan, dimudahkan untuk proses perizinannya, segala macam dimudahkan. Karena itu impact-nya itu langsung, betul-betul ke perekonomian di daerah itu juga akan langsung kelihatan," tegas Hariyadi.

Menurutnya, dampak ekonomi konser internasional tidak hanya dirasakan penyelenggara acara, tetapi juga pelaku usaha di sekitar lokasi. Kunjungan penonton dari luar negeri berpotensi meningkatkan permintaan kamar hotel, layanan restoran, transportasi, hingga berbagai jasa pendukung lainnya.

Hariyadi menambahkan, konser berskala internasional juga berpeluang memperpanjang masa tinggal (length of stay) wisatawan di destinasi tuan rumah. Dengan demikian, manfaat ekonomi yang dihasilkan tidak terbatas pada hari penyelenggaraan acara.

"Mereka kan bisa juga stay-nya itu juga bisa lama. Bisa gak cuma datang terus pulang lagi tuh bisa. Kalau istilahnya jumlahnya besar tuh bisa, stay-nya juga bisa lebih lama. Jadi intinya bisnis yang terkait dengan konser ini baguslah untuk ekonomi," lanjutnya.

Hariyadi mencontohkan Singapura yang aktif mendatangkan berbagai acara internasional, mulai dari ajang balap Formula 1 (F1) hingga konser musisi dunia. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong sektor MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions).

"Kalau enggak, Singapura kan ngapain juga tuh sampai F1 aja dia bela-belain, kan gitu. Yang namanya MICE impact-nya emang besar," pungkas Hariyadi.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut