Pengusaha Muda Jabar Diminta Tak hanya Cari Untung, tapi Juga Sejahterakan Warga
JAKARTA, iNews.id - Pengusaha muda didorong tidak hanya mengejar keuntungan bisnis. Mereka diminta juga berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja; pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); serta pengembangan potensi ekonomi daerah.
Ketua Badan Pengurus Daerah Kamar Dagang Pengusaha Muda Indonesia (BPD KAPMI) Jabar, Octaria Vadilla Supratman berharap organisasinya menjadi wadah kolaborasi pengusaha muda untuk melahirkan program konkret yang berdampak bagi masyarakat.
“Pengusaha muda harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan masyarakat. Keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dari manfaat yang diberikan, termasuk membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Octaria dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).
Octaria memimpin kepengurusan BPD KAPMI Jabar yang dilantik di Aula Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Cibinong, Sabtu (17/10/2026). Dalam kepengurusan tersebut, Andi Dhedy Febriady menjabat sebagai sekretaris, sedangkan RM Hakim Sastropawiro menjabat sebagai bendahara.
Octaria berharap KAPMI Jawa Barat tidak hanya menjalankan aktivitas organisasi dan kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan program kerja terukur yang membantu anggota mengembangkan usaha sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Salah satu kontribusi yang dapat diperkuat adalah penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda. Pengusaha dapat membuka kesempatan magang, memberikan pelatihan keterampilan, mendampingi calon wirausaha, hingga menyediakan peluang kerja yang adil.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap peluang ekonomi.
“Melalui kolaborasi antarpengusaha, kami berharap semakin banyak peluang usaha dan lapangan kerja yang tercipta. Pengusaha muda juga perlu ikut mendorong peningkatan keterampilan masyarakat agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas,” ungkap Octaria.
Selain menciptakan lapangan kerja, KAPMI Jawa Barat diharapkan memperkuat UMKM melalui kemitraan usaha, pembinaan, perluasan akses pasar, dan pemanfaatan teknologi digital.
Pengusaha muda dapat berbagi pengalaman mengenai pemasaran, pengelolaan keuangan, pengembangan produk, pelayanan pelanggan, hingga tata kelola usaha. Dukungan tersebut diharapkan membantu UMKM meningkatkan daya saing dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Jawa Barat memiliki potensi ekonomi di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, industri, pertanian, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga teknologi. Inovasi dan kerja sama lintas sektor diperlukan agar potensi tersebut mampu menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat rantai pasok lokal.
Dalam hal ini, KAPMI diharapkan menjadi penghubung bagi pengusaha muda untuk membangun kemitraan, mengembangkan produk unggulan daerah, dan menciptakan peluang usaha baru.
Di sisi lain, pertumbuhan bisnis perlu diimbangi tanggung jawab terhadap masyarakat dan negara. Pengusaha muda didorong mematuhi peraturan, memenuhi hak pekerja dan konsumen, menjaga persaingan usaha yang sehat, serta menerapkan tata kelola yang transparan dan akuntabel.
“Integritas, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap hukum harus menjadi fondasi dalam menjalankan usaha. Kami berharap pengusaha muda dapat tumbuh dan berkembang tanpa mengabaikan tanggung jawab sosial serta kepentingan masyarakat,” ucapnya.
KAPMI Jabar juga diharapkan membangun komunikasi konstruktif dengan pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya. Dialog tersebut dapat menjadi sarana untuk menyampaikan aspirasi pelaku usaha sekaligus mendorong kebijakan yang memperluas kesempatan berusaha dan meningkatkan daya saing daerah.
Di tengah transformasi digital dan persaingan ekonomi global, pengusaha muda dituntut adaptif terhadap teknologi, meningkatkan literasi keuangan, serta memperkuat kemampuan manajerial. Keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari besarnya omzet, tetapi juga dari keberlanjutan bisnis, kualitas pekerjaan yang tercipta, dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
Editor: Rizky Agustian