Penjelasan BMKG tentang Kemunculan Oarfish Dikaitkan Pertanda Gempa dan Tsunami

Antara ยท Selasa, 10 Desember 2019 - 04:09 WIB
Penjelasan BMKG tentang Kemunculan Oarfish Dikaitkan Pertanda Gempa dan Tsunami

Ilustrasi, ikan laut dalam (oarfish). (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengklarifikasi viral di media sosial mengenai ikan laut dalam (oarfish). BMKG menyatakan tidak ada kaitannya kemunculan oarfish di Kepulauan Selayar dengan pertanda akan munculnya gempa besar dan tsunami.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, oarfish merupakan ikan yang tinggal di dasar laut, sehingga jarang muncul ke permukaan.

"Hasil kajian statistik terbaru mengungkap bahwa jenis ikan laut dalam seperti oarfish yang muncul di perairan dangkal tidak berarti gempa akan segera terjadi," ujar Daryono di Jakarta, Senin (9/12/2019).

Menurutnya, sejak dulu ada legenda di masyarakat Jepang bahwa oarfish konon sebagai pembawa pesan dari dasar laut. Mereka mengaitkan perilaku binatang yang tidak lazim dengan pertanda akan terjadi gempa kuat.

BACA JUGA:

Nelayan Ini Temukan Makhluk Laut Berwujud Aneh dan Berwajah Tersenyum

Polisi Akan Gelar Perkara Dalami Dugaan Unsur Pidana Kasus Ade Armando

Majalah ilmiah bergengsi Bulletin of the Seismological Society of America (BSSA) pernah mempublikasikan fenomena kemunculan ikan laut dalam dan kaitannya dengan peristiwa gempa besar. Hasil kajian ini ternyata bertentangan dengan cerita rakyat yang berkembang di Jepang.

Para peneliti dalam mengkaji hubungan antara kemunculan ikan laut dalam dan gempa besar di Jepang menggunakan data cukup lama. Dalam kajian tersebut hanya menemukan satu peristiwa yang dapat dikorelasikan secara masuk akal, dari 336 kemunculan ikan dan 221 peristiwa gempa bumi.

Berdasarkan kajian tersebut maka diketahui bahwa kemunculan oarfish bukanlah pertanda akan terjadi gempa besar. "Tanpa ada penelitian ilmiah, maka tidak akan pernah diketahui apakah cerita rakyat tersebut fakta atau hanya legenda saja," ucapnya.


Editor : Kurnia Illahi